Bansos Beras Dihentikan Sementara Menjelang Pemilu, Stok Bulog Menipis?

Selamat datang Park City Home Source di Portal Ini!

Park City Home Source, Jakarta – Ketua Umum Komunitas Industri Beras Rakyat (KIBAR) Saiful Bahari menyoroti kebijakan pemerintah yang menghentikan sementara penyaluran bantuan pangan beras menjelang pemungutan suara. Menurut Sayful, penghentian tersebut kemungkinan disebabkan pasokan beras Bulog yang sedikit, bukan karena bansos atau sengketa bansos. Bansos Beras Dihentikan Sementara Menjelang Pemilu, Stok Bulog Menipis?

Saiful dalam keterangannya kepada Tempo mengatakan, “Menghentikan bansos sebelum pemilu, apakah benar-benar untuk menghentikan sengketa bansos atau memang tidak ada beras lagi? Ini yang bisa menjelaskan sampai saat ini bahwa harga sebenarnya” I aku sedang berkembang.” Jumat 9 Februari 2024.

Penyaluran bansos dihentikan sementara pada 11 hingga 14 Februari 2024. Badan Pangan Nasional (BAPNAS) akan kembali menyalurkan bantuan pangan beras setelah pemungutan suara. Dia mengatakan, langkah itu untuk mengurangi tanda-tanda politisasi bansos.

Sebelumnya, pemerintah mengklaim penyaluran bansos bisa menekan inflasi pangan atau ketidakstabilan pangan. Pemerintah kemudian menambah anggaran bantuan sosial menjadi Rp496,8 triliun. Jumlah tersebut meningkat 13,1 persen yakni Rp439,1 triliun dibandingkan tahun sebelumnya. Soal Harga BBM Pertamina Tak Naik, Erick Thohir: Inilah Peran BUMN untuk Masyarakat

Sementara itu, Saiful juga menyoroti beras impor yang seharusnya bisa membanjiri pasar hingga menurunkan harga beras. Sayangnya, menurut dia, beras impor yang didatangkan untuk pemilu lebih banyak digunakan untuk kepentingan pencitraan politik. Faktanya, penyaluran bansos yang ramai diperbincangkan masyarakat tidak berdampak pada kenaikan harga beras, kata Saiful.

Lebih lanjut, kata dia, bantuan makan nasi tidak mencakup separuh keluarga penerima manfaat (KPM). Oleh karena itu, tidak akan ada dampak terhadap stabilisasi harga beras, ujarnya.

Ke depan, untuk memenuhi kebutuhan beras nasional, harapannya hanya menunggu panen besar di bulan April. Bahkan, kata Saiful, pada April mendatang banyak panen yang diprediksi gagal karena curah hujan yang berlebihan. Sementara itu, ketergantungan terhadap impor masih belum menentu. Mengingat hingga saat ini belum ada negara eksportir beras seperti India, China, Vietnam, Thailand, dan Pakistan yang siap membuka jalur ekspornya secara besar-besaran, ujarnya.

Johannes Maharso Putri Riani Sanusi

Pilihan Editor: KPK mengusulkan bantuan sosial tunai dan disalurkan melalui kantor pos atau rekening

Bawaslu melarang seluruh media massa menjalankan kampanye digital di masa tenang pemilu 2024. membaca semuanya

Prabowo Subianto mengaku akan mempersingkat pidatonya karena tahu pendukungnya suka menari. Baca selengkapnya

Banyak restoran yang menawarkan promosi atau diskon berupa diskon di Hari Raya Imlek yang jatuh pada hari Sabtu. membaca semuanya

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapnas) Arief Prasetyo Adi merespons permasalahan kelangkaan beras premium di banyak pengecer modern di Jakarta. Baca selengkapnya

Prabowo mengungkapkan, sekitar 600 ribu pendukungnya mengikuti kampanye besar-besaran pasangan calon nomor urut 2 di GBK hari ini. Baca selengkapnya

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Persatuan Pembangunan atau PPP yang juga Ketua Dewan Pakar Tim Pemenangan Nasional (TPN), Ganjar Pranovo-Mahfud MD, Sandiaga Uno, membeberkan rencananya dalam pemilu kali ini. masa tenang. Pemilu 2024 dibaca selengkapnya

Kritikan terhadap Jokowi tidak hanya datang dari kalangan kampus, namun juga dari berbagai komunitas dan koalisi masyarakat sipil. Terakhir dari komunitas Utan Kayu. Baca selengkapnya Bansos Beras Dihentikan Sementara Menjelang Pemilu, Stok Bulog Menipis?

Prabowo menegaskan kembali komitmennya untuk melaksanakan program terakhirnya yaitu memberikan makan siang dan susu gratis kepada anak-anak. Baca selengkapnya

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyebut minimnya beras ritel premium menjadi alasan munculnya ritel modern. Apa? Baca selengkapnya

Dua selebriti Pakistan mengaku menang pemilu tahun ini. Keduanya adalah Nawaz Sharif dan Imran Khan. Baca selengkapnya