Baterai Mobil Listrik Nikel versus Lithium, Mana yang Lebih Unggul?

Wecome Park City Home Source di Portal Ini!

JAKARTA – Teknologi kendaraan listrik terus berkembang dengan tersedianya baterai berbahan dasar nikel-kobalt-aluminium-oksida (NCA), nikel-mangan-kobalt (NMC), dan litium-ferrofosfat (LFP). Mobil listrik dan hybrid yang beredar di Indonesia juga dilengkapi dengan teknologi baterai tersebut. Baterai Mobil Listrik Nikel versus Lithium, Mana yang Lebih Unggul?

Mobil listrik Wuling dan BYD China yang beredar di Indonesia dikabarkan menggunakan baterai LFP. Jajaran kendaraan listrik Wuling dengan baterai LFP antara lain Wuling Air EV dan Binguo EV. Sedangkan BYD yang baru memasuki pasar Indonesia telah meluncurkan model Atto, Seal, dan Dolphin.

Di kubu baterai nikel mangan kobalt (NMC), nama besarnya adalah Hyundai dan Toyota. Mobil listrik Hyundai seperti Ioniq 5 menggunakan baterai jenis ini. Hal serupa juga dilakukan Toyota pada Innova Zenix Hybrid. Baterai Nickel Cobalt Aluminium Oxide (NCA) digunakan Tesla untuk beberapa jenis kendaraan. Jadi, mana yang lebih baik antara baterai nikel dan lithium?

Kelebihan dan kekurangan baterai LFP

Baterai lithium ferrophosphate (LFP) memiliki banyak keunggulan dan diproduksi secara massal untuk digunakan pada kendaraan listrik, antara lain:

1. Keamanan tinggi

Baterai LFP sangat stabil secara termal dan kimia, membuatnya lebih tahan panas dan tidak mudah terbakar.

2. Siklus hidup yang panjang

Baterai LFP dapat bertahan hingga 2.000-4.000 siklus pengisian dan pengosongan, jauh lebih lama dibandingkan baterai lithium-ion standar, yang biasanya hanya 500-1.000 siklus. Hal ini membuat baterai LFP lebih murah dalam jangka panjang, terutama untuk perangkat yang perlu sering diisi dayanya.

3. Daya stabil

Baterai LFP dapat dengan mudah dikosongkan secara rutin, bahkan pada kecepatan tinggi. Hal ini menjadikannya ideal untuk aplikasi yang memerlukan performa tinggi, seperti kendaraan listrik.

4. Bahan baku melimpah dan murah

Besi dan fosfat, komponen utama baterai LFP, merupakan sumber daya yang melimpah dan lebih murah dibandingkan nikel dan kobalt, yang diperlukan untuk beberapa jenis baterai litium-ion lainnya. Hal ini berpotensi membuat baterai LFP lebih terjangkau di masa depan. Penyebab Sepeda Motor Mogok saat Ditinggal Lama dan Solusinya

5. Perawatan yang baik

Baterai LFP dapat dikosongkan dalam jangka waktu lama tanpa penurunan kinerja yang signifikan.

6. Ramah lingkungan

Baterai LFP tidak mengandung kobalt, mineral yang ekstraksinya sering dikaitkan dengan masalah lingkungan dan pelanggaran hak asasi manusia.

Baterai LFP tidak hanya memiliki banyak kelebihan, namun juga banyak kekurangannya, antara lain:

1. Kepadatan energi yang rendah

Baterai LFP memiliki kepadatan energi yang lebih rendah dibandingkan jenis baterai lithium-ion lainnya. Artinya baterai LFP memerlukan lebih banyak ruang untuk menyimpan jumlah energi yang sama.

2. Pengoperasian pada suhu ekstrim

Meskipun lebih stabil secara termal, baterai LFP dapat menurunkan kinerja pada suhu yang sangat tinggi atau rendah.

3. Harga awal yang tinggi

Meskipun lebih hemat biaya dalam jangka panjang, biaya awal baterai LFP bisa lebih mahal dibandingkan beberapa jenis baterai lithium-ion lainnya.

Kelebihan dan kekurangan baterai nikel

Baterai lithium-ion tidak kalah dengan LFP, nickel-manganese-cobalt (NMC) dan nickel-cobalt-aluminium oxide (NCA), namun juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:

Keuntungan baterai nikel-mangan-kobalt (NMC).

1. Kepadatan energi yang tinggi

Baterai NMC memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan baterai LFP, sehingga dapat menempuh jarak yang lebih jauh dengan sekali pengisian daya.

2. Performa tinggi

Baterai NMC dapat memberikan kinerja yang lebih baik pada suhu ekstrim dibandingkan baterai LFP.

3. Ketersediaan bahan baku

Nikel dan kobalt, bahan utama baterai NMC, lebih banyak tersedia dibandingkan litium.

Cacat baterai NMC

1. Stabilitas termal

Baterai NMC kurang stabil terhadap panas dibandingkan baterai LFP, sehingga mudah terbakar.

2. Siklus hidup

Baterai NMC memiliki siklus yang lebih pendek dibandingkan baterai LFP.

3. Harga

Baterai NMC lebih mahal dibandingkan baterai LFP.

Kelebihan dan kekurangan baterai nikel-kobalt-aluminium-oksida (NCA).

Baterai Nickel Aluminium Oxide (NCA) memiliki sejumlah keunggulan, antara lain:

1. Kepadatan energi tertinggi Baterai Mobil Listrik Nikel versus Lithium, Mana yang Lebih Unggul?

Baterai NCA memiliki kepadatan energi tertinggi dari semua jenis baterai lithium-ion, sehingga memungkinkan jangkauan terluas.

2. Performa tinggi

Baterai NCA memiliki kinerja yang sangat baik pada suhu tinggi.

3. Kontinuitas

Baterai NCA memiliki daya tahan lebih dibandingkan baterai NMC.

Kekurangan NCA

1. Keamanan

Baterai NCA kurang aman dibandingkan baterai NMC dan LFP karena lebih mudah terbakar.

2. Kurangnya bahan baku

Cobalt, komponen utama baterai NCA, merupakan bahan langka dan mahal.

3. Stabilitas

Baterai NCA lebih tahan lama dibandingkan baterai NMC.