Diabetes dan Dampaknya pada Seni Lukis Pablo Picasso: Karya-Karya Epik Tercipta dari Sang Maestro

Sugeng rawuh Park City Home Source di Situs Kami!

Park City Home Source, Jakarta – Master seni lukis kubisme, Pablo Picasso, berjuang melawan diabetes sepanjang hidupnya. Pada tahun 1918, ketika epidemi flu Spanyol melanda dunia, dia didiagnosis menderita diabetes. Diabetes dan Dampaknya pada Seni Lukis Pablo Picasso: Karya-Karya Epik Tercipta dari Sang Maestro

Sejarah mencatat, diabetes mengubah gaya melukis pria kelahiran 1881 ini. Ketika penglihatannya mulai memburuk akibat diabetes, Pablo mulai menggunakan warna-warna gelap dan suram alih-alih warna-warna cerah dan cerah.

Kutipan dari website Chosun Korea Kamis 8 Februari 2024 Perubahan ini menambah rasa yang lebih intens dan putus asa pada karyanya. Perubahan ekspresi wajah juga terlihat jelas.

Ketika tangannya mulai lebih mudah gemetar dan getarannya semakin parah akibat diabetes, Pablo Picasso mulai menciptakan bentuk yang lebih sederhana dan abstrak. Setelah didiagnosis menderita diabetes, karya ‘Guernica’ karya Pablo Picasso menggambarkan kebrutalan perang. Infeksi Ini Tingkatkan Kematian Akibat Penyakit Kardiovaskular pada Perempuan

Lukisan ini menggambarkan serangan udara Guernica pada masa Perang Saudara Spanyol dengan warna gelap, ekspresi yang dalam, dan bentuk yang sederhana dan lebih abstrak. Diabetes secara paradoks memberikan karyanya karakter yang kuat dan unik.

Selain itu, lukisan tahun 1935 berjudul Gadis Tidur, berjudul Jeune Flay Andormi (Wanita Tidur Muda), yang dibuat oleh Picasso pada tahun 1935, digunakan pada pertengahan tahun 2011 untuk mendanai penelitian medis mengenai obesitas, diabetes, dan penyakit jantung.

Lukisan itu memperlihatkan Marie-Thérèse-Walter tidur bersama kekasihnya. Marie-Thérèse Walter berusia 17 tahun ketika dia bertemu Pablo Picasso, yang saat itu berusia 45 tahun, di Paris.

Nama orang yang menyumbangkannya ke Universitas Sydney di Australia untuk penelitian medis tidak diungkapkan. Lukisan tersebut diduga merupakan pemberian seorang kolektor di Amerika Serikat (AS). Uang sebesar 400 juta dolar dari lelang tersebut ditujukan untuk penelitian medis.

Ketika Picasso didiagnosis menderita diabetes, terapi obat belum mencapai tingkat perkembangan seperti saat ini. Namun Picasso sangat aktif dalam mengelola diabetesnya, dengan mengatur kadar gula darahnya.

Ia juga tidak mengonsumsi alkohol dan rokok serta berolahraga secara teratur. Kecintaannya yang kuat terhadap seni membawanya menciptakan lebih dari 50.000 karya seni dan memperkaya hidupnya.

Semua ini rupanya membantunya mencapai umur panjang, 91 tahun. Karena keberhasilannya dalam mengelola diabetes, namanya digunakan dalam proyek penelitian pengobatan diabetes.

Picasso, sebagai seorang pasien dan seniman, memiliki perjalanan panjang dan warisan seni yang abadi.

Menurut spesialis nutrisi klinis, Dr. Diabetes merupakan penyakit kronis yang memerlukan penanganan serius karena menurunkan kemampuan tubuh mencerna gula dan meningkatkan risiko penyakit lainnya. Dr.Fiastuti Witjaksono.

Meski ada anggapan umum di masyarakat bahwa diabetes adalah penyakit keturunan, namun hal tersebut dibantah oleh Festotti yang mengatakan bahwa sebagian besar kasus diabetes disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang buruk. Ia menambahkan, makanan yang banyak mengandung gula, terutama yang kemasan, turut berkontribusi terhadap peningkatan kasus diabetes di Indonesia. Diabetes dan Dampaknya pada Seni Lukis Pablo Picasso: Karya-Karya Epik Tercipta dari Sang Maestro

Faustotti juga menjelaskan, sebagian besar makanan yang beredar berkalori tinggi dan tinggi gula tanpa nutrisi yang cukup.

Konsultan Metabolik Endokrin Dr. Fatima Eliana, SpPD, KEMD, FINASIM menambahkan, setiap orang memiliki risiko yang sama terkena diabetes, baik pria maupun wanita, karena gaya hidup. Meskipun faktor genetik berperan, pengaruhnya kecil terhadap risiko diabetes. Sebagian besar kasus diabetes di Indonesia, sekitar 90 persen, disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat.

Dampak peningkatan konsumsi makanan dan minuman manis juga terlihat pada pasien diabetes lanjut usia. Menurut Fatima, dulu usia penderita diabetes biasanya di atas 40 tahun, namun saat ini sebagian besar penderita diabetes masih berusia 30-an.