Jokowi Bagikan Bansos Beras Menjelang Pemilu, Bapanas: Sangat Perlu untuk Masyarakat Kecil

Sugeng rawuh Park City Home Source di Portal Ini!

Park City Home Source, Jakarta – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi angkat bicara soal program subsidi pangan beras yang digulirkan pemerintahan Jokowi jelang pemilu kali ini. Jokowi Bagikan Bansos Beras Menjelang Pemilu, Bapanas: Sangat Perlu untuk Masyarakat Kecil

Arief menjelaskan, masyarakat khususnya masyarakat miskin sangat membutuhkan bantuan pangan berupa beras. “Sangat diperlukan dalam kondisi saat ini, terutama bagi masyarakat kecil,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Jumat, 1 Februari 2024.

Ini merupakan program pemerintah untuk membantu Keluarga Beras (KPM). Beras yang terdaftar dalam program tersebut merupakan Cadangan Beras Nasional (CBP). Cadangan beras ini dikeluarkan sesuai dengan Keputusan Presiden (Perpres) no. 125 Tahun 2022 tentang Penatausahaan Cadangan Pangan Pemerintah.

Bantuan diberikan kepada masyarakat berpendapatan rendah khususnya KPM berdasarkan data Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang bertujuan untuk percepatan penghapusan kemiskinan ekstrim (P3KE). Besaran bantuannya adalah 10 kg beras per KPM per bulan.

Lebih lanjut Arief menjelaskan, bantuan ini telah diberikan sejak tahun 2023 dan akan dilanjutkan pada tahun 2024. Bantuan pangan beras tahun 2024 diberikan pada bulan Januari hingga Maret kepada 22 juta KPM berdasarkan data P3KE Kementerian Integrasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Nantinya, bantuan tersebut akan diperpanjang pada Mei hingga Juni jika APBN masih layak. WRP Raih Top Halal 2023 dari IHATEC Marketing Research

Bantuan pangan beras ini, kata Arief, bertujuan untuk membantu masyarakat miskin sekaligus menjaga tingkat inflasi. Hal ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk menekan inflasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pernyataannya hari ini menyatakan bahwa harga beras mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen pada Januari 2024, mewakili inflasi bruto sebesar 0,03 persen.

Harga beras naik di 28 provinsi, sedangkan harga beras turun di 10 provinsi lainnya. Dokumen BPS lainnya, seluruh provinsi di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara mengalami kenaikan harga beras.

BPS menyebutkan kenaikan harga beras disebabkan berkurangnya pasokan di banyak daerah, terutama karena faktor cuaca dan kerusakan beberapa jalan. Hal ini mempengaruhi penyampaian makanan tertentu.

Untuk mengatasi permasalahan kenaikan harga beras, Bapanas akan mempercepat produksi beras. Ia juga memastikan kenaikan harga beras akibat tertundanya proses tanam akibat El Nino membuat panen raya tertunda. “Kami akan mempercepat pengerjaannya. Penanaman sempat tertunda karena El Nino,” kata Arief.

DI ANTARA

Kiat editor: Reformasi jaminan sosial terungkap sebelum pemilu

Analis mengatakan, ada beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan nilai tukar rupee terhadap dolar AS. Sesuatu yang lain? Baca selengkapnya

Topik bagaimana beberapa profesor dan akademisi menghina Presiden Jokowi menjadi Top 3 Techno News terpopuler Hari Ini. Baca selengkapnya

Beberapa restoran menawarkan promosi atau diskon berupa potongan harga atau potongan harga pada Hari Raya Imlek yang jatuh pada hari Sabtu.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi menanggapi permasalahan minimnya beras premium di beberapa supermarket di Jakarta. Baca selengkapnya

Ganjar Pranowo mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang tidak ikut kampanye. Baca selengkapnya Jokowi Bagikan Bansos Beras Menjelang Pemilu, Bapanas: Sangat Perlu untuk Masyarakat Kecil

Ketua Dewan Šura PKS itu angkat bicara persoalan dunia usaha sejak tahun lalu. Baca selengkapnya

Jokowi dibanjiri kritik tidak hanya dari kampus tetapi juga dari berbagai komunitas dan organisasi masyarakat sipil. Terakhir dari grup Utan Kayu. Baca selengkapnya

Pastor Magnis mengatakan, pencalonan Jibran, putra sulung Jokowi, sebagai calon wakil presiden memiliki dua kelemahan etik. Baca selengkapnya

Direktur BEM Universitas Udayana mengatakan, pemerintahan demokratis telah meninggalkan jejak dan mendesak rektorat Unud untuk bekerja lebih keras. Baca selengkapnya

Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Anies Baswedan berjanji akan melanjutkan program bantuan sosial alias bansos. Baca selengkapnya