Menkes RI Desak Pengembangan Vaksin TBC Baru Dikebut, Ini Alasannya

Selamat datang Park City Home Source di Portal Ini!

Jakarta – Menkes RI Desak Pengembangan Vaksin TBC Baru Dikebut, Ini Alasannya

Menteri Kesehatan Budi Gonadi Sadikin menyerukan percepatan akses terhadap vaksin baru melawan tuberkulosis. Tujuannya adalah untuk mengurangi jumlah kasus di masyarakat, sehingga menyebabkan tingginya biaya pengobatan jika mereka sakit. Kemenkes dan BPOM Segera Tarik Produk Obat Sirup yang Mengandung Zat Berbahaya

Jika pemberantasan TBC ingin tercapai pada tahun 2030, maka kita hanya mempunyai waktu 3 tahun untuk mengembangkan vaksin TBC yang dapat digunakan pada tahun 2028. Menteri Kesehatan Budi pada pertemuan ke-37 mengatakan produksi vaksin harus dilakukan tepat sasaran. Rapat dewan Hentikan Kemitraan (STP) di Brasilia, Brasil. Menteri Kesehatan Bodi, yang merupakan anggota dewan negara-negara TBC, meyakinkan semua anggota G20 untuk melakukan investasi yang diperlukan guna memastikan bahwa vaksin baru tersedia dalam tiga tahun ke depan.

Menkes mengatakan Indonesia terlibat aktif dalam tiga uji klinis calon vaksin TBC. Pertama, vaksin yang dikembangkan oleh Bill and Melinda Gates Foundation (BMGF), yang awalnya dikembangkan oleh perusahaan farmasi Inggris GSK dengan menggunakan teknologi protein rekombinan.

Selama pengembangan vaksin ini, lebih dari 30% sampel uji merupakan warga negara Indonesia yang kemungkinan besar tertular TBC.

Ada pula vaksin yang dikembangkan oleh CansinoBio, perusahaan farmasi asal China, yang bekerja sama dengan Etana, perusahaan biofarmasi Indonesia. Teknologi yang digunakan merupakan vektor virus, namun saat ini masih dalam tahap uji klinis tahap pertama.

Terakhir, vaksin dari Jerman, BioNTech, yang populer dengan vaksin Pfizer untuk melawan COVID-19. Seperti halnya COVID-19, vaksin TBC menggunakan teknologi mRNA dan saat ini sedang menjajaki lokasi uji klinis fase 2 di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi mengatakan: Saya yakin dengan investasi ini, kita tidak hanya akan menyelamatkan nyawa manusia, tetapi juga meningkatkan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Vaksin apa yang tersedia saat ini?

Vaksin yang tersedia saat ini untuk melawan tuberkulosis adalah vaksin Bacillus Calmette-Guerin (BCG). Sejauh ini, obat ini dapat memberikan perlindungan parsial terhadap infeksi parah pada bayi dan anak kecil, namun sayangnya tidak untuk orang dewasa. Menkes RI Desak Pengembangan Vaksin TBC Baru Dikebut, Ini Alasannya

Oleh karena itu, mutlak diperlukan pembuatan vaksin tuberkulosis yang sangat efektif untuk semua kelompok umur terutama orang dewasa.Efektivitas minimal yang diharapkan dari vaksin ini adalah efektivitas 90% dalam mengurangi komplikasi dan 95% dalam menurunkan angka kematian akibat tuberkulosis.

Kontroversi lain yang diharapkan dapat diatasi oleh vaksin TBC baru adalah TBC yang resistan terhadap obat, yaitu jenis TBC yang tidak merespons pengobatan standar padahal secara umum obat tersebut efektif dalam mengobati infeksi. Saksikan video “Instruksi Presiden Jokowi Soal TBC” (nef/nef).