Piala Dunia U-17 hingga Pemilu Dorong Ekonomi RI Tumbuh 5,05%

Wecome Park City Home Source di Website Kami!

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan beberapa event internasional dan kegiatan pemilu akan mendongkrak perekonomian Indonesia hingga tumbuh 5,05% pada tahun 2023. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,05% lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun lalu sebesar 5,31%. Piala Dunia U-17 hingga Pemilu Dorong Ekonomi RI Tumbuh 5,05%

Pemerintah Pertimbangkan Proyek Tanggul Laut Raksasa Masuk PSN

Hal ini didorong oleh meningkatnya mobilitas masyarakat dalam penyelenggaraan event internasional seperti Piala Dunia U-17, KTT ASEAN, Formula E, MotoGP Mandalika dan kegiatan pemilu, kata Plt Kepala BPS Amalia Ediningar Vidyasanti dalam konferensi pers. . Jakarta, Senin (2 Mei 2024).

Tak hanya itu, tren positif terus berlanjut pada sektor usaha industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan, dan konstruksi. Sektor usaha yang mengalami pertumbuhan tahunan tertinggi adalah pengangkutan dan pergudangan yang tumbuh sebesar 13,96%, jasa-jasa lainnya yang tumbuh sebesar 10,25%, serta makanan dan minuman yang tumbuh sebesar 10,01%.

“Jika melihat sumber pertumbuhan ekonomi kumulatif pada tahun 2023, maka sektor usaha industri manufaktur akan menjadi sumber pertumbuhan terbesar sebesar 0,95 persen, meskipun angka tersebut relatif lebih rendah dibandingkan tahun 2022,” ujarnya.

Selanjutnya, pertumbuhan ekonomi tahun 2023 juga akan ditopang oleh sektor-sektor usaha seperti perdagangan yang memberikan sumber pertumbuhan sebesar 0,63%, pengangkutan dan pergudangan yang memberikan sumber pertumbuhan sebesar 0,58%, serta informasi dan komunikasi yang memberikan sumber pertumbuhan sebesar 0,49%. %. % Menyediakan. , Piala Dunia U-17 hingga Pemilu Dorong Ekonomi RI Tumbuh 5,05%

“Respon kebijakan perekonomian yang tepat juga akan membantu mendukung kinerja perekonomian pada tahun 2023, termasuk kebijakan fiskal dan moneter yang akomodatif serta koordinasi yang baik baik pusat maupun daerah untuk mengendalikan harga barang dan jasa sehingga “inflasi dalam negeri dapat dipertahankan hingga tahun 2023.”