Studi: Perubahan Iklim Picu Peningkatan Konflik Gajah dan Manusia

Sugeng rawuh Park City Home Source di Portal Ini!

Park City Home Source , Jakarta – Risiko konflik antara gajah dan manusia diperkirakan meningkat akibat perubahan iklim dan faktor lingkungan antropogenik lainnya. Tren mengkhawatirkan ini disorot dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences. Studi: Perubahan Iklim Picu Peningkatan Konflik Gajah dan Manusia

Ini adalah studi pertama yang menyelidiki dampak kenaikan suhu terhadap interaksi antara manusia dan gajah Konflik manusia-satwa liar dapat berdampak buruk pada manusia dan satwa liar serta menghambat upaya konservasi, lapor Earth.com.

Studi ini mengkaji bagaimana perubahan iklim, pergeseran jejak pertanian, dan perubahan kepadatan populasi manusia dapat mempengaruhi distribusi dan intensitas konflik dengan dua spesies besar, terancam punah, dan rawan konflik: gajah Asia dan Afrika.

Memahami bagaimana risiko konflik dapat berubah akibat perubahan iklim dapat membantu para pegiat konservasi dan pengelola satwa liar mengalokasikan sumber daya kerentanan dan konservasi dengan lebih baik pada spesies dan wilayah yang rentan konflik seiring dengan berkembangnya pertanian dan populasi manusia, kata penulis studi tersebut. Setelah Akuisisi Activision Blizzard Rp 1.092 Triliun, Microsoft PHK 1.900 Karyawan Divisi Gaming

Para peneliti telah memetakan risiko konflik manusia-gajah di berbagai habitat gajah. Temuan mereka menunjukkan bahwa ketika suhu terus meningkat dan perambahan manusia terhadap habitat gajah meningkat, potensi konflik dapat meningkat. Situasi ini merupakan tantangan besar dalam pengelolaan interaksi manusia-satwa liar, yang mempengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan kedua spesies.

Dalam wawancara dengan ABC News, ahli biologi dan peneliti satwa liar Mia Guarnieri mengatakan konflik manusia-gajah mempunyai konsekuensi negatif bagi semua pihak yang terlibat. Ia mencontohkan penjarahan tanaman dimana gajah memakan hasil panen, sehingga gajah tersebut dibunuh untuk menghukum para petani.

Pertanian, khususnya budidaya jagung, tanaman favorit gajah, merupakan sumber dari banyak konflik serupa Guarni menunjukkan bahwa dampak buruk dari penjarahan tanaman adalah hilangnya nyawa gajah dan juga berdampak signifikan terhadap mata pencaharian para petani.

Konflik manusia-gajah tidak hanya menimbulkan kerugian fisik dan ekonomi, namun juga melemahkan upaya konservasi lokal. Upaya-upaya ini sangat penting bagi spesies yang mengalami penurunan populasi drastis dalam beberapa dekade terakhir akibat hilangnya habitat dan perdagangan gading. Baca Juga: Konflik Manusia-Gajah di Kawasan Konsesi di Zambia

Meski kejadian El NiƱo sudah berkurang, namun kenaikan suhu permukaan laut global masih tinggi dan melampaui rekor global. Untuk mempelajari lebih lanjut

Selain itu, kajian mengenai dampak perubahan iklim terhadap konflik manusia-gajah serta nasib Suku Terdaftar dan penerimaan mahasiswa baru UN juga telah dilakukan. Untuk mempelajari lebih lanjut

Tim netizen menggalang dukungan untuk penyelidikan menyeluruh atas kematian Rahman, seekor gajah patroli taman nasional yang mati karena keracunan di Riau. Untuk mempelajari lebih lanjut

Bank Pembangunan Asia telah menyetujui pinjaman sebesar Rp6,62 juta untuk perbaikan sanitasi di Mataram, Pontianak, dan Semarang.

Saat masih duduk di bangku SMA, Anis Baswedan mewawancarai Emil Salim. Kini mereka berdiskusi untuk berdiskusi lagi Ganjar juga bertemu Emil sehari sebelumnya. Untuk mempelajari lebih lanjut

Indonesia juga merasakan dampak perubahan iklim yang ekstrim, kata Mulaney, dan keuangan berkelanjutan dapat menjadi jawaban untuk mengatasi perubahan iklim. Untuk mempelajari lebih lanjut Studi: Perubahan Iklim Picu Peningkatan Konflik Gajah dan Manusia

Menteri Keuangan Bapak Mulani Indravati mengatakan Indonesia sedang memanas saat ini, namun hal tersebut bukan karena dinamika politik. Untuk mempelajari lebih lanjut

Polisi di Rea dan Pelawan terus menyelidiki kematian gajah yang dirawat Balai Taman Nasional Teso Nilo. Untuk mempelajari lebih lanjut

Saat ditemukan, gajah bernama Rahman itu dalam keadaan diamputasi dan gading kirinya hilang. Untuk mempelajari lebih lanjut

Yonvitner, pakar ilmu pengelolaan sumber daya pesisir dan kelautan, dikukuhkan sebagai guru besar tetap di Departemen Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB. Untuk mempelajari lebih lanjut