Sulit Dapat Vaksin Covid-19 Booster? Ternyata Stoknya Tinggal 1 Juta Dosis!

Wecome Park City Home Source di Portal Ini!

Park City Home Source – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengakui stok vaksin Covid-19 di Indonesia semakin menipis dan hanya tersisa 1 juta dosis dan sangat terbatas. Sulit Dapat Vaksin Covid-19 Booster? Ternyata Stoknya Tinggal 1 Juta Dosis!

Prima Yosefin, Pj Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan, mengatakan tidak ada vaksin yang tersisa dari pemerintah pusat dan sudah didistribusikan ke berbagai daerah. Anak Batuk dan Flu? Coba 5 Obat Alami Ini Sebelum ke Dokter

“Mungkin stok vaksinnya 1 juta dosis ya, sudah di daerah, bukan di pusat. Semua vaksin akan kita kirim ke daerah, jadi di daerah,” kata Prima kepada Park City Home Source dalam waktu singkat. Jakarta. di masa lalu

Menurut Prima, saat ini pemerintah pusat belum menerima distribusi vaksin dari luar negeri dan masih menunggu selesainya produksi vaksin dalam negeri. Vaksin Nusantara yang dikembangkan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto kini semakin familiar di masyarakat. Tanpa ragu, vaksin ini direview oleh jurnal internasional. (deskripsi/vaksin pixabay)

“Tapi vaksinnya masih kehabisan stok. Itu vaksin dari kemarin, ada yang hibah dari luar, ada yang kita dapat, ada yang bantuan COVAX WHO,” kata Yosefin.

Situasi ini membuat masyarakat Indonesia sulit mengakses vaksin Covid-19, termasuk booster, syarat perjalanan domestik dan internasional.

Jadi langsung disuntik setelah datang ke Puskesma tidak seperti dulu. Saat ini, lebih banyak orang harus mendaftar untuk menghindari pemborosan vaksin karena stoknya sedikit dan terbatas.

“Tapi sebenarnya tidak semua puskesmas kosong, tidak seperti dulu lagi kebanjiran,” lanjut Prima. Sulit Dapat Vaksin Covid-19 Booster? Ternyata Stoknya Tinggal 1 Juta Dosis!

Alhasil, Kementerian Kesehatan kini hanya bisa memetakan wilayah yang kebutuhan vaksin Covid-19 tinggi atau wilayah yang cakupan vaksin Covid-19 masih rendah.

“Yang kita lakukan saat ini adalah pemetaan, daerah mana saja yang masih punya vaksin lebih banyak tapi lajunya tidak begitu cepat? Kita minta sekarang bisa didistribusikan kembali ke daerah lain,” pungkas Prima.