Tag Archives: dante

Hubungan Tamara Tyasmara dengan Kekasih di Mata Sahabat Tuai Pro-Kontra

Jakarta –

Yudha Arfandi alias YA ditangkap sebagai tersangka kematian Dante, putra Tamara Tyasmar. Hubungan Tamara Tyasmar dengan Yudha Arfandi juga menjadi sorotan saat kematian anak tersebut sedang diselidiki.

Tamara Tyasmara pun diungkit dengan tuduhan melindungi kekasihnya. Tamara Tjasmara membantah tudingan di Detikkom.

“Jika saya menyembunyikannya, mengapa saya harus melaporkannya ke polisi?” kata Tamara Tyasmara.

Di lain waktu, temannya Kiki Farrell menggambarkan hubungan Tamara Tjasmara dan Yudha Arfandi di depan matanya. Kiki Farrell mengatakan, saat ini hubungan Tamara Tjasmara dan Yudha Arfandi baik-baik saja meski beberapa kali bertengkar.

“Memang benar kami saling mengenal secara personal, karena dari beberapa kali kami bertemu, kami belum pernah mempunyai pacar bersama kami. Tapi memang benar kalau ada keributan, kami akan mengeluarkannya sedikit, tapi itu saja.” Biasa saja. Ribut-ribut, kami tidak pernah bertanya terlalu dalam,” kata Kiki Farrell kepada wartawan melalui Zoom, Minggu (11/2/2024).

Kiki Farrell mengaku sangat tidak setuju dengan hubungan Tamara Tyasmara dengan Yudha Arfandi. Kiki Farrell belum mau membocorkan apa penyebab dirinya dan teman-teman Tamar lainnya.

“Sebagai sahabat, hubungan mereka seperti apa? Aku tidak setuju Ara bersamanya. Yang tidak setuju terserah aku dan teman-teman yang lain,” kata Kiki Farrell.

“Iya, pokoknya aku dan teman-temanku berbeda pendapat. Aku tidak bisa menceritakan alasannya, aku sangat tidak setuju dengan orang-orang terdekat Tamara. Aku sudah mengenal Ara selama lebih dari setahun, dan ketika aku membicarakannya, aku tidak tidak setuju.,” lanjutnya.

Soal kelanjutan hubungan Tamara Tyasmara dan Yudha Arfandi, Kiki Farrell menegaskan tak bisa memaksakan kehendak. Keputusan mengenai kehidupan pribadinya ada di tangan Tamara Tyasmarova.

“Iya lebih baik dibiarkan saja, tapi kita tidak bisa memaksa orang untuk melanjutkan karena mereka sudah terhubung. Sebagai sahabat, kami ingatkan, kalau ingin bertahan, itu hak kalian semua,” kata Kiki Farrell. .

“Saya sangat tidak setuju dengan sikap mereka sebelum hal besar ini terjadi,” tutupnya.

Saat itu, Kiki Farrell juga dikritik karena mengomentari foto Tamara Tyasmara bersama teman-temannya. Dalam foto yang juga menampilkan Kiki Farrell itu, Tamara Tjasmara terlihat tersenyum, tak sedih, bahkan memakai riasan.

Kiki Farrell menceritakan fakta di balik foto tersebut. Tamara Tjasmara tampak memakai riasan karena foto yang diunggah temannya yang lain merupakan hasil editan. Kiki Farrell memamerkan foto yang sudah diedit di unggahan Instagramnya.

Lihat juga GAMBAR unggulan minggu ini: Sekilas tentang Dapur Musik Vandra

(ah/ayam)

Ada Tumbuhan Air di Sumsum dan Hati Anak Tamara, Dokter Forensik Jelaskan Artinya

Jakarta –

Petugas koroner Farah Kaurov, SpFM, menjelaskan temuannya usai memeriksa jenazah Dante, putra Tamara Tjasmara yang meninggal pada 27 Januari 2024. Kekasih Tamara, Yudha Arfandi, tenggelam.

Dante awalnya langsung dimakamkan bersama keluarganya. Namun karena merasa ada yang tidak beres, pihak keluarga meminta agar Dante diotopsi.

Korban sudah dikubur selama 10 hari, sehingga tampak kondisi jenazah sudah dalam kondisi pembusukan atau pembusukan lanjut dan sebagian kulit wajah, leher, dan dada telah hilang akibat proses pembusukan tersebut, ujarnya. . ujarnya dalam jumpa pers, Senin (12/2/2024).

Umumnya tanda-tanda fisik tenggelam sudah tidak terlihat lagi karena tubuh telah mengalami proses pembusukan atau pembusukan.

Namun, untuk mencocokkan bekas tenggelam, tim forensik melakukan serangkaian tes, termasuk pengupasan asam untuk mengetahui keberadaan tumbuhan air di sumsum tulang Dante, menurut penyelidik.

Menurut Dr Farah, di setiap perairan, baik air tawar maupun air asin, terdapat tumbuhan air yang tumbuh berupa alga atau diatom. Sehingga menjadi fokus Dante dan timnya saat penggalian dan pembukaan jenazahnya.

“Makanya kita fokus penggaliannya, itu yang kita cari, karena kalau mencari air di perut, usus, atau paru-paru, agak sulit mengingat kondisi korban. Mereka menguburkannya selama 10 hari,” lanjutnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dr Farah mengumumkan bahwa ditemukan tumbuhan air berupa alga di sumsum tulang dan hati Dante. Selain ditemukannya tumbuhan air, dr Farah mengatakan organ tubuh Dante mulai rusak akibat terlalu banyak air dan proses pembusukan.

Berdasarkan hasil tersebut, tim pemeriksa medis akhirnya memastikan penyebab kematian Dante adalah tenggelam.

“Pada saat autopsi, jenazah mulai membusuk, beberapa bagian tubuh mulai melunak, terutama paru-paru yang mencair, yang kami duga karena masuknya air yang terlalu banyak, sehingga tidak ditemukan jejak lainnya. organ paru-paru,” ujarnya.

BERIKUTNYA: Asal Usul Tumbuhan Air pada Mayat

Tonton video “Wakil Menteri Kesehatan berbicara tentang buruknya kualitas udara di Jabodetabek” (lebih baru)

Terkait Lebam dan Gigitan di Jasad Anak Tamara, Ini Kata Dokter Forensik

Jakarta –

Luka memar dan bekas gigitan yang ditemukan dalam autopsi Tamara Thiasmara dan Dante, anak Ange Dimas (6 tahun) menjadi peristiwa besar. Dokter forensik menjelaskan kasusnya.

“Memar adalah hal yang wajar, sehingga ketika semua orang meninggal, kemungkinan besar tubuh akan mengalami memar. Jadi luka lebam akan muncul di badan 20-30 menit setelah meninggal, jadi biasanya kalau ada yang disebut meninggal jam 6 pagi. Jam 6.20-6.30 baru muncul jenazahnya. Pasti muncul, kata ahli forensik dr Farah Primadani (SpFM) dari RS Polri Kramat Jati saat ditemui di Direktorat Reserse Kriminal (Dit Reskrimum) Polda Metro Jaya, Senin. 2 Desember).

Menurut dr Farah, tubuh memar bisa muncul di mana saja, tergantung di mana tubuh berada saat meninggal.

“Jadi kalau digantung pasti di ujung jari tangan atau kakinya. Kalau dia telentang pasti telentang, dan kalau tengkurap pasti di depan badannya. Jadi itu tergantung gravitasi,” jelasnya.

Menurutnya, lebam di badan berbeda dengan lebam. Adapun tanda-tanda kekerasan, dr Farah mengatakan, tidak ditemukan adanya luka memar di tubuh Dante. Namun ditegaskannya, kondisi jenazah sudah membusuk atau membusuk dan kehilangan beberapa bagian kulitnya.

“Kami tidak menemukan Dante, tapi itulah kelemahannya. Saat Dante melihatnya, kondisinya sudah tua. Tempat ini sudah mulai terkelupas, atau bahkan” hilang. “Ini adalah proses normal yang disebabkan oleh pembusukan, ” dia berkata.

“Jadi kalau ditanya ‘Dokter, apakah ada yang lebam?’. Di kulit yang tersisa, kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. Tapi di kulit lain yang hilang, tidak. Saya yakin karena saya bisa. Itu mengapa orang yang paling mampu adalah orang yang menilai lukanya.” “Beliau adalah dokter pertama yang memeriksa korban luka pertama,” pungkas dr Farah.

Soal bekas gigitan, Tamara kembali mengaku sempat menggigit anaknya demi menyelamatkan dirinya agar tidak tenggelam.

“Saya menggigit semuanya. Saat Dante di UGD, aku gigit semuanya, aku cubit semuanya di sekujur tubuhku untuk mendapat jawaban,” kata Tamara.

“Itu niatku, aku pukul semua orang, intinya aku ingin membangunkan Dante,” sambung aktris berusia 29 tahun itu.

(Mar/Kerner)

Polisi Sebut Ada Pidana, 4 Fakta Kematian Anak Tamara Tyasmara

Jakarta –

Tamara Thiasmala dan Ange Dimas menunggu penyelidikan polisi atas kematian anak yang dikabarkan tenggelam itu. Polisi akhirnya melakukan otopsi dan otopsi kemarin setelah Ange Dimas mencabut surat penolakan otopsi.

Polisi juga menjelaskan berapa jumlah saksi yang diperiksa dan sejarah kematian anak Tamara Thiasmala: 1. Sejarah

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi memberikan keterangan terkait sejarah meninggalnya Dante putra Tamara Tyasmara. Sekitar pukul 17.30, Sabtu (27/1/2024), bocah 6 tahun itu muncul di area kolam renang umum kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Saksi di lokasi kejadian disebut melihat anak Tamara Thiasmala muntah-muntah di kolam renang. Saat dikeluarkan dari kolam, Dante sudah tidak sadarkan diri.

Beberapa saksi kemudian melihat korban berenang di kolam dan terus berenang. 2 Juni 2024).

Dante kemudian dibawa dengan kendaraan pribadi ke Rumah Sakit Islam, di mana ia dinyatakan meninggal setibanya di ruang gawat darurat.

Korban kemudian dibawa dengan kendaraan pribadi menuju RS Islam. Saat sampai di RS, korban dinyatakan meninggal dunia, jelasnya. Polisi menyebut ada unsur pidana

Berdasarkan hasil kasus pada Selasa (2 Juni 2024), polisi memutuskan untuk meningkatkan status kasus tersebut ke penyidikan.

Direktur Reserse Kriminal Polda Metro Jaya, Polri mengatakan: “Berdasarkan penyidikan kasus yang kami lakukan, kami menyimpulkan ada peristiwa pidana yang terungkap sehingga tim penyidik ​​sepakat untuk meningkatkan status dari penyidikan ke penyidikan.” Satya Triputra, Rabu ( Juli 2024) ke-2).

Selanjutnya, polisi akan memanggil saksi terkait untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Sebelumnya, Kompol Ade Ary Syam Indradi mengatakan, ada 20 saksi yang diperiksa terkait kasus tersebut. Saksi yang diperiksa antara lain Tamara Tyasmara, pengelola kolam renang Angger Dimas dan sopirnya.

Informasi tersebut diberikan dalam rangkaian penyidikan kematian bocah laki-laki tersebut, dengan tujuan untuk memperjelas setidaknya ada 20 orang yang diperiksa, kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Selasa (6/2/2021). 2024). 3. Gigitan dan memar

Saat penggalian dan otopsi selesai, tubuh anak tersebut menunjukkan bekas gigitan dan lebam. Terkait hal tersebut, Tamara Thiasmala mengatakan, itu adalah bekas gigitan yang ditinggalkannya saat menemukan anak tersebut dinyatakan meninggal di IGD.

Tamara Tyasmala merasa sedikit tertekan lalu menekan dan memukul anak tersebut, berharap anak tersebut bisa bangun. Namun usaha Tamara Thiasmara sia-sia.

“Saat Dante di UGD, aku gigit mereka semua. Aku mendorong mereka semua ke dalam dengan tubuhku dan membuat mereka bereaksi. Itu niatku (membangunkan Dante dan bereaksi). Aku menggigit mereka semua dengan tujuan membangunkan mereka.” , “Dante,” sambungnya saat ditemui di TPU Jeruk Purut kemarin. Dante diberikan kepada seseorang yang dipercaya Tamara

Tamara Tyasmara mengatakan, anak tersebut tidak berenang sendirian. Seorang dewasa bersama anak itu.

Tamara Thiasmala mengaku sangat mempercayai pria tersebut. Ini bukan kali pertama Tamara Thiasmala menitipkan anak-anaknya pada pria tersebut.

“Ini tempat yang sangat baru, tapi kalau saya belum pernah bekerja di sana, tidak mungkin saya bisa mempercayakan anak-anak saya pada seseorang yang hanya saya percayai satu kali, apalagi jika orang itu tidak bisa dipercaya,” kata Tamara, jelas Thiasmala.

Faktanya, Tamara Thiasmala percaya pada peran tersebut lebih dari sekedar menggendong putranya ke payudara.

“Saya sangat percaya itu, dan itulah mengapa saya percaya padanya. Bahkan, saya lebih percaya orang ini daripada perawat itu sendiri. Karena saya percaya padanya,” kata Tamara Thiasmala. Tonton video “Update Kasus Anak Tamara Tyasmara: Investigasi – Kekasih Jadi Saksi” (ass/tia)

Angger Dimas Menduga Dante Ditenggelamkan, Lalu Minta Polisi Lakukan Ini

Park City Home Source, JAKARTA – Selebritis Angger Dimas merasa ada yang aneh dengan meninggalnya putranya, Raden Andante Khalif Pramudityo yang akrab disapa Dante.

Sang ayah yang berprofesi sebagai disc jockey menduga putranya meninggal karena mati lemas, bukan tenggelam.

BACA JUGA: Pernyataan Tamara Tyasmara Soal Cedera Dante

Pasalnya, kata Anger Dimas, sebelum Dante meninggal, ada orang yang mencurigakan bersama Dante.

Hal itu diketahui dari pengakuan pengelola kolam tempat Dante meninggal.

BACA JUGA: Pernyataan Anak Tamara Tyasmara Tenggelam Dilaporkan ke Polisi.

Tampaknya pihak pengelola kolam sudah banyak menerima laporan mengenai kejadian yang menimpa Dante.

Anger Dimas dari saluran Net Entertainment News di YouTube mengatakan pada Kamis (7/2): “Anak saya tidak dikatakan tenggelam di air, tetapi diduga tenggelam.”

BACA JUGA: 3 Berita Aktris Terpanas: Ayu Ting Ting Disebut Diwawancarai Anggota TNI, Video Lama Ria Ricis Dipamerkan.

Pak Dimas juga meminta polisi menindak tegas terdakwa yang diduga menenggelamkan anak saat menikah dengan Tamara Tyasmara.

Marah Dimas berkata: “Saya hanya ingin keadilan. Jika ada penjahat yang tertangkap kamera, tolong hukum dia seberat-beratnya.”

Sebelumnya, Direktur Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi memberi informasi terkait waktu meninggalnya Dante, putra Anger Dimas dan Tamara Tyasmara.

Seorang bocah lelaki berusia 6 tahun tewas di kolam Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada Sabtu, 27 Januari 2024, sekitar pukul 17.30 WIB. (jlo/jpnn)

Tanggapi Kasus Dante, Psikolog Sebut Pelaku Kemungkinan Punya Kepribadian Sadis

Republik Jakarta — Kematian bocah lelaki berusia 6 tahun bernama Dante menunjukkan hikmahnya. Penyidik ​​Departemen Kepolisian Metropolitan menangkap seorang pria yang diidentifikasi sebagai tersangka berinisial “YA.” YA adalah pacar ibu Dante, Tamara Tismara.

Kasus tersebut menarik perhatian publik karena masyarakat menilai ada yang aneh dengan kematian Dante. Awalnya, almarhum diketahui meninggal dunia saat berenang di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur pada Sabtu, 27 Januari 2024.

Baru-baru ini beredar rekaman kamera pengawas yang memperlihatkan YA mencekik Dante berulang kali hingga bocah tersebut meninggal. Meski banyak pihak yang geram dengan tindakan YA, namun polisi hingga kini belum mengungkap motif sebenarnya pelaku.

Menyusul kejadian tersebut, psikolog anak, remaja, dan keluarga Sani Budianthini Helmawan mengatakan perlu penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui motif pelaku. Namun Sani menyampaikan pandangannya dari sisi psikologis.

Sutradara mengatakan, “Di sini jelas ada perilaku sadis yang dilakukan orang dewasa terhadap anak-anak. Perilaku sadis itu bisa banyak faktornya. Ada pemicunya, bisa jadi marah, marah, balas dendam,” ujarnya. Saat dihubungi Park City Home Source dari Daya Institute of Human Psychology pada Jumat malam (2 September 2024).

Dalam psikologi, orang sadis cenderung memproyeksikan emosinya kepada orang lain. Orang tersebut menikmati rasa sakit dan penderitaan orang lain. Beberapa orang secara langsung merugikan orang lain, sementara yang lain hanya menyaksikan perilaku sadis dan menikmatinya secara tidak langsung.

Perilaku sadis dan emosional…