Tag Archives: dokter

Deklarasi Dukung Paslon Nomor 2 Prabowo-Gibran, Dokter Indonesia Titip Aspirasi Pemerataan Kesehatan

Park City Home Source, Jakarta – Calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dinilai bisa merangkul semua pihak dan layak memimpin Indonesia.

Dokter dari berbagai spesialisasi pun mendeklarasikan dukungannya terhadap Prabowo-Gibran pada Selasa, 6 Februari 2024, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Penggagas pernyataan dokter Indonesia, Batara Sirait, yang dinilai sebagai calon presiden nomor 2 karena paham geopolitik, tegas dan bisa merangkul semua pihak, termasuk lawan politiknya.

“Kita bersama-sama, kita lihat Pak Prabowo adalah pemimpin yang tegas, tidak membiarkan dirinya ditekan, paham geopolitik, merangkul semua pihak, berjanji akan mengajak semua pihak, termasuk Pak Ganjar dan Pak Anies untuk bekerjasama jika dia mau. terpilih.” ujar Batara.

Para dokter pun menilai Prabowo-Gibran merupakan sosok yang tepat untuk memimpin Indonesia dan melanjutkan program Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Jadi menurut kami ini adalah orang-orang, para dokter di Indonesia yang mengikuti kegiatan ini dan juga teman-teman kami di berbagai tempat di Indonesia yang tidak sempat datang langsung tetapi meninggalkan aspirasinya dan juga menyetujui dan merestui pernyataan tersebut. seperti itu di tembok ini,” katanya.

Salah satu aspirasi rekan-rekannya yang dipercayakan kepadanya dalam pernyataan tersebut, kata Batara, terkait pemerataan akses terhadap kesehatan.

Batara mengatakan, akses terhadap layanan kesehatan saat ini masih belum merata dan hanya terkonsentrasi di kota-kota besar. Sehingga para dokter berharap Prabowo-Gibran bisa mengatasi masalah tersebut.

“Apa yang dilakukan Pak Jokowi saat ini, membangun infrastruktur, termasuk infrastruktur di bidang kesehatan, harus dan pasti dilanjutkan oleh Pak Prabowo. Ini yang ingin kita jaga. Bukan hanya untuk kepentingan tenaga kesehatan, tapi untuk kepentingan masyarakat. kepentingan kesehatan masyarakat kita

IDAI Sebut Pendirian FK Jangan Cuma Perhatikan Kuantitas tapi Kualitas

Park City Home Source, Calon presiden (capres) DKI Jakarta nomor urut dua, Prabowo Subianto, mengatakan akan menambah 300 fakultas kedokteran (FK) pada debat capres kelima untuk menambah jumlah dokter di Indonesia yang kini tak punya jarak 140 mil.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso mengatakan, pendirian Fakultas Kedokteran (FK) di Indonesia harus dibarengi dengan kualitas yang baik, bukan sekadar mengikuti kuantitas.

“Iya, untuk membangun FK saja syaratnya banyak, jadi tidak semudah itu lho,” kata Piprim.

“Jangan sampai kita mau mencari kuantitas, tapi kualitasnya asal-asalan,” ujarnya di Jakarta, Senin (5/2/2024).

Piprim menilai, pendidikan dokter baru yang terburu-buru bisa berdampak pada buruknya kualitas dokter. Oleh karena itu, kualitas harus diperhatikan saat dokter mencetak.

“Saya kira harus berjalan beriringan. Kuantitas dan kualitas berjalan beriringan. Kita tidak menghasilkan banyak dokter, tapi kualitasnya buruk karena kita terburu-buru,” kata orang tua-anak konsultan jantung ini, dikutip Antara. .

Adapun gagasan untuk mendatangkan dokter spesialis dan ahli dari luar negeri untuk melakukan transfer ilmu, hal ini sudah berjalan di Indonesia. Penasihat kepada Presiden terpilih

Piprim berpesan kepada siapa pun presiden terpilih mendatang, jangan langsung mencoba menambah jumlah dokter. Dokter harus ditambahkan secara sistematis.

Selain itu, Piprim juga sepakat bahwa upaya peningkatan kesehatan di Indonesia tidak hanya dapat terfokus pada aspek kuratif atau kuratif saja, namun juga dibarengi dengan upaya promosi dan pencegahan.

Pada kesempatan lain, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Mohamad Adib Khumaidi, SpOT, mengatakan penambahan FK sebanyak itu terlalu berlebihan.

“300 fakultas kedokteran itu terlalu banyak. Terlalu banyak,” kata Adhib secara online, Senin (5/2/2024).

Pendirian sekolah kedokteran harus berdasarkan kebutuhan. Pada saat yang sama, banyak fakultas kedokteran yang didirikan, dalam lima tahun ke depan akan terlalu banyak lulusan fakultas kedokteran.

“Kemudian akan terjadi pengangguran intelektual profesional, yang sebenarnya berprofesi sebagai dokter, namun tidak bisa mendapatkan pekerjaan,” jelas Adhib.

Adhib menegaskan, yang dibutuhkan saat ini adalah dokter spesialis. Pada saat yang sama, jika kita membuka 300 fakultas kedokteran, kita akan menghasilkan dokter umum.

“Tentunya yang dibutuhkan adalah dokter-dokter khusus. Jadi sekarang kita harus membuka prodi dokter khusus sesuai kebutuhan daerah masing-masing dan apa yang menjadi program prioritas di daerah itu,” saran Adhib.

Berdasarkan data terakhir Konsil Kedokteran Indonesia, jumlah dokter sebanyak 226.090 orang. Dari jumlah tersebut, 173.247 orang merupakan dokter umum dan 52.843 orang merupakan dokter spesialis.

Dalam debat capres kelima yang digelar pada Minggu, 4 Februari 2024, salah satu gagasan calon presiden Prabowo Subianto adalah menambah fakultas kedokteran sebagai solusi kekurangan dokter.

“Kekurangan 140 ribu dokter akan segera diatasi dengan menambah fakultas kedokteran (FK) di Indonesia, dari saat ini 92 menjadi 300 fakultas kedokteran,” kata Prabowo.

Jadi, kami akan mengirimkan 10 ribu anak pintar untuk belajar kedokteran ke luar negeri.

Jenis Kanker Terbanyak Diidap Generasi Muda RI, Termasuk Kanker Usus Besar

Jakarta –

Kanker sering dikaitkan dengan orang yang sudah lanjut usia. Namun, belakangan ini kita melihat semakin banyak kasus kanker yang menyerang kaum muda.

Ahli Onkologi dan Direktur Yayasan Kanker Indonesia, Prof. Dr. Dr. Dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, KHOM, FINASIM mengatakan, ada tiga jenis kanker yang sering dialami pasien usia muda, yaitu kanker paru-paru, payudara, dan usus besar. Penyebab utamanya adalah gaya hidup yang tidak sehat, salah satunya adalah kebiasaan merokok.

Kanker paru-paru, payudara, Jerman (usus). Merokok juga bisa menyebabkan kanker payudara, darah, semua jenis kanker. Tapi terutama paru-paru, kata Detikcom saat berbicara di Pantai Indah Kapuk 2, Minggu (4/2/2024). bertemu. .

Selain merokok, pola makan yang tidak sehat juga dapat meningkatkan risiko kanker. Misalnya saja mengonsumsi makanan yang sangat berlemak. Prof Aru mengatakan, kebiasaan tersebut dapat menyebabkan risiko kanker usus besar atau usus besar.

“Jangan terlalu banyak makan lemak, semakin tua (usia), semakin lama mengonsumsi makanan yang dapat menyebabkan kanker. Semakin tua semakin besar risikonya. Bahkan ketika masih muda, banyak orang yang terkena infeksi usus. dan berbagai hal, lingkungan hidup itu banyak faktornya, lagi-lagi lingkungan hidup kita, jelasnya.

Prof Aru menambahkan, makanan, olah raga, dan berat badan merupakan tiga faktor utama yang meningkatkan risiko kanker di usia muda.

“Berat badan mungkin bisa dikontrol, tapi makanan dan olah raga tidak baik untuk kita saat ini. Anak muda mengejar karir, menekuni berbagai usaha. Kalau sudah mencapai batas tertentu, mereka kena (kanker),” ujarnya.

Oleh karena itu, ia mengingatkan generasi muda untuk menjauhi berbagai pola hidup tidak sehat dan melakukan olahraga serta pola makan yang baik.

“Dan hiduplah secara positif. Intinya kita berusaha sesehat mungkin. Setiap hari kita memikirkan apakah kita sekarang sehat atau tidak,” tutupnya. Tonton video “Vidi Aldiano menjalani terapi kanker ginjal di Thailand” (ath/naf)