Tag Archives: Garam

Tak Hanya Skincare, Pola Makan Sehat Bisa Bikin Kulit Glowing

Park City Home Source, JAKARTA – Pola makan memegang peranan penting dalam kondisi kulit. Itu sebabnya para ahli kerap menekankan pentingnya nutrisi dalam perawatan kulit.

Dokter kulit Dr. Anchal Panth membagikan beberapa tips nutrisi melalui Instagram yang tidak boleh diabaikan. Kita tidak bisa mengabaikan peran pola makan dan gaya hidup terhadap kesehatan kulit.

“Berikut beberapa perubahan pola makan yang akan memberikan perbedaan positif pada kulit Anda,” ujarnya, seperti dikutip dari The Indian Express Kamis (2/2/2024).

1. Tambahkan buah dan biji-bijian. Kacang kaya akan asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kulit dan rambut.

2. Hilangkan gula, kurangi garam. Makanan kemasan mengandung banyak garam, begitu pula acar.

3. Sayuran berdaun hijau, paprika dan tomat. Makanan berwarna kaya akan antioksidan. “Tomat mengandung likopen yang tinggi,” kata Dr. Panz.

4. Diet tinggi protein dan tinggi serat. Pola makan vegetarian di India rendah protein. “Penting untuk memasukkan makanan berprotein tinggi ke dalam makanan Anda setidaknya sekali sehari, seperti lentil, kacang-kacangan, kacang hijau, kedelai, tahu, buncis, dan kacang tanah,” kata Dr.

5. Kurangi makanan yang digoreng. Cara makanan disiapkan merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap nilai gizi maksimalnya. “Memasak dengan suhu lebih rendah lebih baik,” kata Dr Panz.

6. Jus lemon dan cuka. Menambahkan jus lemon dan cuka meningkatkan pencernaan dan memiliki sifat probiotik, katanya.

Diet memainkan peran penting dalam mencapai dan menjaga kesehatan kulit. Para ahli mendorong pendekatan holistik terhadap perawatan kulit, menekankan bahwa apa yang Anda makan memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan dan penampilan kulit.

“Pola makan yang lengkap dan padat nutrisi dapat melengkapi rutinitas perawatan kulit dan berkontribusi pada kulit bercahaya,” kata Dr. Rinki Kapoor, dokter kulit, dokter kulit kosmetik, dan ahli bedah kulit di The Aesthetic Clinics.

Pertama, hidrasi adalah kuncinya. Dr Kapoor menekankan pentingnya minum cukup air untuk menjaga kulit tetap terhidrasi dan kenyal.

Selain itu, makanan kaya antioksidan yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran melindungi kulit dari stres oksidatif dan membuat penampilan awet muda. Asam lemak omega-3 yang terdapat pada ikan dan biji rami memiliki sifat anti inflamasi yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.

Disarankan untuk mengurangi makanan olahan dan gula, karena dapat menyebabkan peradangan dan masalah kulit. Dokter kulit menyarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi kolagen atau suplemen kolagen untuk meningkatkan elastisitas dan kekencangan kulit.

Selain itu, vitamin seperti A, C dan E berperan penting dalam kesehatan kulit. Bahan-bahan seperti wortel, buah jeruk, dan kacang-kacangan merupakan sumber yang sangat baik. “Pada akhirnya, menjaga pola makan seimbang yang mencakup beragam nutrisi merupakan hal mendasar untuk nutrisi kulit secara keseluruhan,” kata Dr. Kapoor.

Ini Dampak Terlalu Banyak Mengonsumsi Makanan Asin

Park City Home Source, Jakarta – Makanan asin adalah makanan dengan kandungan garam tinggi. Makanan kemasan seperti sup, sayuran kaleng, kacang kalengan, keripik, dan makanan beku mengandung banyak natrium. Apa yang terjadi jika Anda mengonsumsi terlalu banyak garam?

Menurut Healthline, garam mengandung sekitar 60 persen klorida dan sekitar 40 persen natrium. Sodium adalah mineral penting untuk fungsi otot dan saraf yang optimal. Bersamaan dengan klorida, natrium membantu tubuh menjaga keseimbangan udara dan mineral.

Meski garam dibutuhkan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan dan membantu impuls saraf, terlalu banyak mengonsumsi makanan asin dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Berikut bahaya terlalu banyak makan makanan asin.

1. Perut kembung

Menurut WebMD, perut kembung merupakan gejala perut kembung atau buncit. Kondisi ini adalah salah satu efek jangka pendek yang paling umum terjadi akibat terlalu banyak mengonsumsi garam. Anda tidak perlu mencicipi rasa asin pada makanan tersebut karena mengandung banyak natrium. Sandwich, pizza, dan sup kalengan bisa menjadi sumber garam yang berbahaya.

2. Hipertensi

Tingginya jumlah garam pada makanan asin meningkatkan tekanan darah sehingga dapat memicu terjadinya hipertensi atau tekanan darah tinggi. Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Perubahan tekanan darah terjadi melalui ginjal. Terlalu banyak garam membuat mereka sulit membuang cairan yang tidak diinginkan.

2. Retensi cairan

Konsumsi garam yang berlebihan dapat menyebabkan retensi cairan dalam tubuh. Peningkatan retensi air dapat menyebabkan pembengkakan, terutama pada lengan dan kaki, perut serta menyebabkan penambahan berat badan.

3. Kerusakan ginjal

Kelebihan garam dalam tubuh dapat merusak ginjal karena ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan garam. Pola makan tinggi garam dapat menyebabkan bisul atau peradangan pada lapisan lambung, sehingga membuat seseorang rentan terkena kanker lambung.

4. Hipernatremia

Mengonsumsi makanan asin bisa menyebabkan mulut kering atau rasa haus yang berlebihan. Merangsang minum adalah cara lain tubuh mencoba meningkatkan rasio natrium dan air.

Sebaliknya, kurang minum cairan setelah mengonsumsi garam dalam jumlah besar dapat menyebabkan kadar natrium dalam tubuh melebihi batas aman sehingga menyebabkan kondisi yang disebut hipernatremia.

Menurut Healthline, hipernatremia dapat menyebabkan air keluar dari sel dan masuk ke aliran darah untuk mengencerkan kelebihan natrium. Gejala hipernatremia meliputi kegelisahan dan kesulitan bernapas dan tidur.

5. Gangguan pencernaan

Terlalu banyak mengonsumsi makanan asin dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sakit perut, mual, dan sembelit. Jika banyak garam dalam makanan menyebabkan tubuh dehidrasi, perut akan terasa mual atau diare. Jika Anda sakit perut atau kram, minum banyak air dapat membantu memulihkan sel dan membuat Anda merasa lebih baik.

Pilihan Editor: 7 Alasan Anda Selalu Ingin Makan Makanan Asin

Dokter anak memaparkan beberapa faktor risiko hipertensi pada anak, mulai dari faktor keturunan hingga obesitas. Inilah yang harus dilakukan orang tua. Baca selengkapnya

Meskipun makanan cepat saji mungkin tidak terlihat asin, namun mengandung bahan pengawet yang tinggi natrium, mineral yang ditemukan dalam garam. Baca selengkapnya

Kanker hati merupakan penyebab kematian nomor dua di dunia. Bagaimana cara menghindarinya? Baca selengkapnya

Kecap memiliki manfaat kesehatan dan sebaliknya. Sisi positifnya, kecap asin kaya akan antioksidan dan antimikroba. Apa yang negatif? Baca selengkapnya

Terlalu banyak mengonsumsi makanan asin dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius akibat kandungan garam yang berlebihan. Baca selengkapnya

Jika perubahan gaya hidup tidak cukup untuk menurunkan hipertensi, Anda mungkin perlu minum obat. Akankah ini bertahan seumur hidup? Baca selengkapnya

Konsumsi garam berlebihan dapat menyebabkan hipertensi yang merupakan penyebab utama penyakit ginjal kronis. Baca selengkapnya

Para ahli menganjurkan minum air putih dalam jumlah yang tepat sesuai usia agar tidak merusak ginjal. Berapa banyak yang dibutuhkan setiap orang? Baca selengkapnya

Gaya hidup yang tidak seimbang dapat menyebabkan gangguan makan yang biasa disebut anoreksia. Bagaimana cara melawan anoreksia? Baca selengkapnya

Tempo memiliki akses terhadap Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC). Baca selengkapnya