Tag Archives: Kanker Payudara

Sadanis dan Sadari, Tips Dokter untuk Deteksi Kanker Payudara

Surabaya – Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak ditemui di Indonesia Oleh karena itu, deteksi dini kanker payudara merupakan langkah penting

Dr dr Desak Gede Agung Suprababati SPB (K) dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNIR) menegaskan, tidak semua area di sekitar payudara bersifat kanker.

“Tidak semua benjolan payudara bersifat kanker. Bisa juga karena penyakit menular atau kelainan bawaan. Ia juga mengatakan, bisa jadi ada hubungannya dengan siklus menstruasi atau menyusui.

Sadarilah bahwa komponen penting untuk menghilangkan kesedihan dan mencegah risiko kanker payudara Sadanis adalah tes klinis kanker payudara ketika menyadari kanker payudara.

Penyebab Kanker Payudara Dr Desak mengungkapkan, penyebab kanker payudara pada seseorang masih belum diketahui. Berbeda dengan kanker lain yang penyebab utamanya sudah diketahui secara pasti

Namun bukan berarti dokter tidak bisa menyiasatinya. Mereka punya apa yang disebut faktor risiko. Jadi ada kelompok tertentu yang punya potensi lebih besar dibandingkan kelompok lain

“Risiko yang pertama tentu karena kita perempuan, semua perempuan punya potensi. Lalu ada faktor genetik. Bukan berarti semua anggota keluarga punya riwayat kanker, otomatis kita kaitkan dengan faktor genetik. Hanya lima hingga sepuluh persen bersifat genetik,” Dr. Request

Faktor-faktor tersebut merupakan faktor bawaan yang tidak serta merta dapat diubah. Salah satu upaya untuk mengurangi faktor risiko tersebut adalah dengan menerapkan pola hidup sehat dengan mengurangi alkohol, rokok, makanan cepat saji dan memperbanyak olahraga.

Obat: Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun bukan berarti kanker payudara tidak ada obatnya. Dr Dessac menekankan bahwa kanker payudara bisa disembuhkan segera setelah terdeteksi. Semakin dini stadiumnya, semakin lama pula harapan hidupnya

Pengobatan dan Penyembuhan Kanker Payudara, Dr. Tolong, tidak hanya bisa menggunakan satu ilmu saja, tapi beberapa Terapi adalah salah satu cara yang bisa dicoba oleh pasien kanker payudara untuk menyembuhkannya.

“Pengobatan lokalnya ada dua, pembedahan dan radiasi. Kemudian yang lain adalah terapi sistemik. Jadi, pemberian kemoterapi, terapi target, terapi hormon. Pilihan pengobatannya banyak, ”ujarnya.

Namun, bukan berarti kanker payudara tidak akan kembali lagi setelah operasi. Hal ini bisa terjadi tergantung dari ukuran dan jenis kankernya. Selain itu, bisa juga dokter yang melakukan operasi tersebut bukan dokter yang asli, namun masih menyisakan tumor. yang akhirnya kembali.

“Selama kita (dokter) melakukan operasi dengan cara yang benar, menerima pengobatan dengan cara yang benar, maka kemungkinan kambuhnya akan lebih kecil,” ujarnya.

RS Pelni Luncurkan Layanan Radioterapi, Tutup Kesenjangan Pelayanan Kesehatan bagi Pasien Kanker

Park City Home Source, Jakarta – Beban kanker masih tinggi di Indonesia; terutama kanker payudara, kanker serviks dan rahim, kanker usus besar dan kanker darah. RS Pelni merawat pasien dengan BPJS, dan sekitar 60 persen pasien kanker memerlukan terapi radiasi.

Berdasarkan data RS Pelni tahun 2022, terdapat 2.120 pasien kanker yang dirawat di sini. Sebanyak 608 pasien dirujuk ke rumah sakit lain, 9,7 persen di antaranya dirujuk karena kebutuhan radioterapi.

Menghadapi kebutuhan yang mendesak tersebut, RS Pelni meluncurkan layanan radioterapi pada Selasa, 6 Februari 2024, menjadi rumah sakit kedua di Jakarta Barat yang menyediakan layanan tersebut. Pelayanan terapi radiasi di RS Pelni meliputi terapi radiasi pancaran eksternal, brakiterapi 3D, dan simulasi komputer.

Prof merupakan salah satu nama inspiratif radioterapi di Indonesia. Dr. Sohartati A. Gondhowiardjo SpOnk Rad(K) mengatakan layanan radioterapi di RS Pelni sejalan dengan tema Hari Kanker Sedunia: “Closing the gaps in care”. bertujuan untuk mengisi kesenjangan dalam perawatan medis. Mengatasi kesenjangan layanan kesehatan dan memastikan akses yang setara bagi pasien kanker.

Menurut perempuan yang akrab disapa Profesor Tati ini, perlu lebih ditekankan akses pasien kanker terhadap layanan kesehatan untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan. Hal itu diungkapkannya pada diskusi “Satu Langkah Menuju Terwujudnya Seribu Harapan” yang berlangsung di lantai 1 gedung Merial Tower RS ​​PELNI.

“Akibat pertumbuhan penduduk, hal ini sejalan dengan peningkatan jumlah penderita kanker hingga saat ini. “Hal inilah yang mengharuskan kita untuk memperhatikan akses layanan kesehatan bagi pasien kanker, dan hal ini perlu dikembangkan dengan baik agar kita dapat mengurangi kesenjangan layanan kesehatan bagi pasien kanker,” ujarnya.

Unit radioterapi ini diresmikan oleh Ari Setyo Nugroho, Direktur Utama PT RS PELNI, dan Dr. Dr. Dr. Dr. Dr. Dr. Lia Gardenia Partakusuma SpPK(K) MM, MARS, FAMM dan Prof. Dr. Harijono Winarto SpOG(K).

Dalam kesempatan tersebut, Profesor Harijono membahas tentang program vaksinasi HPV pada anak kelas 5 sekolah dasar (SD) sebagai salah satu program Kementerian Kesehatan RI untuk mengisi kesenjangan layanan kesehatan kanker.

Ia menjelaskan, vaksin HPV mencegah kanker serviks yang masih tinggi prevalensinya di Indonesia. Berdasarkan profil kesehatan Indonesia tahun 2021, terdapat 36.633 kasus kanker serviks atau 17,2 persen dari seluruh kasus kanker pada wanita; angka kematiannya adalah 21.003, atau 19,1 persen kematian akibat kanker.

Rumah Sakit Pelni, salah satu penyedia layanan brakiterapi, juga mendukung pengobatan kanker serviks di Indonesia.