Tag Archives: pola makan sehat

Bahaya Tersembunyi Junk Food untuk Tubuh dan Otak

Park City Home Source, JAKARTA – Makanan cepat saji atau junk food memiliki bahaya tersembunyi bagi tubuh dan otak. Profesor Universitas Radboud di Belanda, Esther Aarts, menyarankan pecinta makanan cepat saji di seluruh dunia untuk meningkatkan kampanyenya.

Aarts, dikutip dari makalah Knowridge, Senin (19/2/2024), memulai penelitian tentang efek makan junk food pada tubuh dan otak. Selain menyebabkan penambahan berat badan, penelitian Aarts menunjukkan dampak negatif lainnya.

Makan makanan cepat saji terbukti menyebabkan kerusakan otak. Menurut proyek penelitian yang akan berjalan hingga Oktober 2025, junk food juga disebut-sebut menyebabkan “obesitas” yang menyebabkan masyarakat terjerumus ke dalam kebiasaan makan yang tidak sehat.

Penelitian Aarts dan timnya menunjukkan bahwa ada siklus. Dengan mengonsumsi makanan cepat saji, kecil kemungkinan seseorang menyiapkan atau menemukan pilihan makanan sehat untuk kerusakan otak.

Yang disebut fast food itu tinggi kalori, tapi rendah nutrisi. Ciri lainnya adalah makanan ini kaya akan gula rafinasi dan lemak tidak sehat, namun kurang vitamin, mineral, dan serat.

Aarts mengemukakan bahwa pola makan seperti itu dapat memenuhi kebutuhan kalori harian seseorang dalam satu kali makan, dan dia langsung merasa lapar setelah makan. Peradangan kronis akibat lemak perut dapat mengubah fungsi otak terkait rasa senang, kenyang, dan motivasi, sehingga menyulitkan dalam menentukan pilihan makanan sehat.

Melalui penelitiannya, Aarts bertujuan untuk mengembangkan solusi anti-obesitas baru, yang diharapkan selesai pada tahun 2035. Ia juga telah mengidentifikasi dampak obesitas terhadap kesehatan mental, termasuk kaitannya dengan depresi dan penyakit Alzheimer.

Sambut Hari Gizi Nasional, Pahami Mitos dan Fakta soal Pola Makan Sehat

Park City Home Source, Jakarta – Memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh pada 25 Januari, ahli gizi Putri Sakti Dwi Permanasari dan Tokopedia berbagi lima fakta dan mitos seputar pola makan sehat bergizi dan penerapan pola hidup sehat bagi masyarakat. Pola makan yang sehat meliputi keseimbangan seluruh zat gizi sesuai kebutuhan tubuh.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan menyebutkan jika masyarakat mengonsumsi makanan lebih dari kebutuhan tubuh, maka berisiko terkena penyakit jantung koroner, diabetes, hipertensi, radang sendi, batu empedu, dan penyakit lainnya.

“Gizi seimbang merupakan faktor terpenting dalam mencapai pola hidup sehat. Misalnya, selain karbohidrat sebagai sumber energi utama, tubuh juga memerlukan sumber zat pembangun dan pengatur lainnya, yang dapat diperoleh dari protein nabati dan hewani. Putt Li menjelaskan. “Keduanya mengandung lemak yang penting bagi tubuh asalkan dikonsumsi sesuai kebutuhan.”

Berikut lima fakta dan mitos makan sehat berdasarkan saran ahli gizi.

Mitos: Makan malam akan membuat Anda gemuk Faktanya, jika Anda menjaga jumlah kalori yang dikonsumsi dalam sehari sesuai kebutuhan setiap orang dan membatasi asupan makanan manis dan berminyak, makan malam tidak akan membuat Anda gemuk. Orang yang sedang menurunkan berat badan disarankan untuk makan malam 2-3 jam sebelum tidur untuk menghindari risiko peningkatan asam lambung.

Saat Anda lapar di malam hari, dokter menyarankan untuk mengonsumsi buah-buahan yang mengandung antioksidan, seperti blueberry. Hindari juga camilan, seperti makanan olahan atau gorengan yang mengandung terlalu banyak minyak.

Fakta: Makan dengan penuh kesadaran lebih baik daripada mengurangi ukuran porsi. Mengurangi ukuran porsi berlebihan dan menghindari makanan tertentu untuk menurunkan berat badan tidaklah baik. Yang terbaik adalah mempraktikkan pola makan dengan penuh kesadaran karena tidak ada makanan yang baik atau buruk.

“Mindfulness didasarkan pada kesadaran penuh saat makan. Misalnya memperhatikan apa yang dimakan, porsi makan, dan mengetahui kapan lapar dan kapan kenyang,” kata Putri.

Masyarakat dapat mengikuti anjuran Kementerian Kesehatan dengan membagi piring menjadi tiga bagian, mengisi separuh piring dengan sayur dan buah, sepertiga mengisi dengan 75 gram protein hewani (ikan, ayam, daging atau telur), protein nabati ( tempe) , tahu atau kacang-kacangan). ) sebanyak 100 gram, dua pertiganya atau 150 gram diisi dengan sumber karbohidrat (beras, kentang atau jagung).

Mitos: Pola makan sehat didasarkan pada tren media sosial, dan nutrisi yang tepat disesuaikan dengan kebutuhan tubuh, bukan berdasarkan rekomendasi atau tren media sosial. Sebelum melakukan diet, konsultasikan dulu dengan ahli gizi atau ahli gizi. Mereka seringkali dapat menyesuaikan pola makan dengan kondisi fisik pasien sehingga kebutuhan makronutrien, seperti vitamin dan mineral, tetap terpenuhi.

Ingat, pola makan tidak harus trial and error, kata Putri.Selain mengikuti pola makan sehat yang dianjurkan oleh ahli gizi atau ahli gizi, penting untuk melengkapi pola hidup sehat dengan berolahraga.

Fakta: Olahraga tetap penting untuk menurunkan berat badan. Manfaat olahraga yang utama adalah menjaga tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Selain mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, Putri menganjurkan minimal 150 menit olahraga intensitas sedang secara rutin setiap minggunya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga merekomendasikan olahraga 150 menit per minggu untuk membangun massa otot. Pilihlah olahraga aerobik dengan intensitas sedang dan seimbang seperti jalan kaki, berenang, atau lari. Untuk memperkuat otot Anda, lakukan latihan seperti push-up, plank, dan sit-up.

Mitos: Jendela makan saat puasa intermiten memperbolehkan Anda makan apa saja, padahal jendela makan saat puasa intermiten adalah saat seluruh kebutuhan tubuh terpenuhi secara seimbang. Oleh karena itu, yang terpenting bukan hanya apa yang boleh Anda makan, melainkan asupan seimbang antara karbohidrat, protein, lemak, serta vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh selama masa jendela makan.

Konsultasikan dengan ahli gizi atau ahli gizi agar intermittent fasting dapat bekerja dengan baik. Tujuan dari puasa intermiten adalah untuk mengurangi jumlah lemak tubuh, bukan sekadar menurunkan berat badan. Jika massa otot hilang, orang lebih rentan terserang penyakit, kelelahan, rambut rontok, dan penurunan produktivitas.

“Sebenarnya kita perlu lebih dari sekedar penurunan berat badan, kita perlu mengurangi massa lemak, oleh karena itu penting untuk memperhatikan apa yang dimakan. Pastikan kebutuhan nutrisi dan nutrisi setiap orang terpenuhi,” kata Putri.

Rekomendasi Editor: Ahli gizi mengatakan makanan siap saji tinggi garam

Penting untuk memahami apa itu keterlambatan perkembangan dan bagaimana cara mencegahnya. Karena berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak. Berikut penjelasannya. Baca selengkapnya

Selain memberikan asupan gizi seimbang pada anak, para ibu juga harus menerapkan 10 langkah untuk mencegah keterlambatan tumbuh kembang dan memungkinkan mereka tumbuh dengan sehat. Baca selengkapnya

Bagaimana cara Song Joong Ki tetap sehat di tengah jadwalnya yang padat? Baca selengkapnya

Cara menghilangkan jerawat bisa dilakukan dengan menggunakan bahan-bahan alami atau menerapkan pola hidup sehat. Pelajari langkah selanjutnya. Baca selengkapnya

Tingkatkan konsentrasi anak atau siswa Anda dengan selalu mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Ikuti saran dari ahli gizi. Baca selengkapnya

Penetapan Hari Gizi Nasional dimulai pada tahun 1950 dengan diangkatnya Poorwo Soedarmo, Menteri Kesehatan, Dr. J Leimena yang dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia.

Para ibu diminta untuk tidak menyamakan alergi dan intoleransi pada anak karena meski serupa namun berbeda, agar anak tidak mengalami kekurangan gizi. Baca selengkapnya

Masyarakat diimbau untuk mewaspadai gula tersembunyi dalam makanan, yang tanpa disadari dapat berkontribusi terhadap penambahan berat badan. Baca selengkapnya

Anda mungkin iri dengan orang yang makan banyak tetapi berat badannya tidak bertambah. Inilah sebabnya mengapa orang makan banyak tetapi sulit menambah berat badan. Baca selengkapnya

Ada banyak cara untuk mencegah obesitas, salah satunya adalah dengan memperbanyak makan serat dan mengurangi asupan gula. Inilah penjelasannya. Baca selengkapnya

Bisakah Turunkan Berat Badan dengan Minum Air Putih? Ini Kata Ahli Diet

Park City Home Source, JAKARTA — Minum air putih yang cukup merupakan kunci dalam menjalani pola hidup sehat, termasuk bagi mereka yang ingin mencapai berat badan sehat. Selain perencanaan pola makan, mengevaluasi berapa banyak air yang Anda minum juga merupakan bagian penting dari prosesnya.

Amy Goodson, ahli gizi bersertifikat dan ahli gizi olahraga, memberikan pedoman umum tentang berapa banyak air yang harus diminum per hari untuk menurunkan berat badan. Namun, gagasan minum banyak air untuk menurunkan berat badan mungkin terasa sedikit aneh.

Bagaimana minum cukup air dan tetap terhidrasi dapat mendukung upaya penurunan berat badan? Goodson menjelaskan, hal-hal tersebut berkaitan tetapi tidak secara langsung. Minum air memang membantu Anda merasa kenyang, tapi itu bukan penyebab langsung penurunan berat badan.

Namun, minum air putih sebelum dan sesudah makan dapat membantu Anda mengonsumsi lebih sedikit kalori saat makan sehingga tidak makan berlebihan. Minum air putih adalah cara bebas kalori untuk menghidrasi tubuh.

“Dibandingkan minuman manis seperti es teh manis atau minuman energi, memilih air dapat mengurangi asupan kalori secara keseluruhan dan membantu pengelolaan berat badan,” kata Goodson, dikutip laman Eat This Not That, Selasa (6/2/2024).

Efek lain dari minum air putih adalah mengoptimalkan kinerja fisik. Hal ini berguna karena dapat membantu membakar kalori saat berolahraga. Sebaliknya, dehidrasi dapat menyebabkan kelelahan dan memperlambat orang saat berolahraga.

Jika seseorang sedang mencoba menurunkan berat badan, berapa banyak air yang harus diminumnya setiap hari? Menurut Goodson, meski ada aturan kuno bahwa seseorang harus minum delapan gelas air sehari, sebenarnya tidak ada jumlah yang sempurna.

Namun hal ini tidak selalu terjadi, karena ada banyak faktor yang mempengaruhi berapa banyak air yang dibutuhkan seseorang. Hal ini tergantung pada usia, jenis kelamin, tingkat aktivitas dan kesehatan secara keseluruhan. Kebutuhan cairan pria dan wanita berbeda.

Untuk wanita dewasa, total konsumsi air putih sekitar 11,5 gelas per hari dan untuk pria sekitar 15,5 gelas. Perlu diketahui, perkiraan ini bukan hanya air putih saja, namun mencakup cairan yang dikonsumsi sehari-hari dari makanan dan minuman.

Rata-rata, sekitar 20 persen asupan cairan harian Anda berasal dari buah-buahan, sayuran, sup, dan makanan lainnya. Oleh karena itu, wanita lanjut usia mungkin perlu minum 9 gelas air sehari dan pria sekitar 13 gelas air untuk memenuhi kebutuhan cairannya.

Bagi mereka yang fokus pada penurunan berat badan, Goodson menawarkan tips lebih detail. Ia merekomendasikan minum segelas air sebelum makan untuk mengontrol ukuran porsi. Setelah makan cukup, perbanyak minum air putih untuk menambah rasa kenyang.

Penting juga untuk tetap terhidrasi sepanjang hari. Minumlah air sebelum berolahraga untuk mendapatkan performa terbaik dan mencegah dehidrasi. Selama berolahraga, Anda harus minum 5 hingga 10 ons air setiap 20 menit. Setelah berolahraga, minumlah lagi 16 hingga 20 ons cairan agar tetap terhidrasi.

Tak Hanya Skincare, Pola Makan Sehat Bisa Bikin Kulit Glowing

Park City Home Source, JAKARTA – Pola makan memegang peranan penting dalam kondisi kulit. Itu sebabnya para ahli kerap menekankan pentingnya nutrisi dalam perawatan kulit.

Dokter kulit Dr. Anchal Panth membagikan beberapa tips nutrisi melalui Instagram yang tidak boleh diabaikan. Kita tidak bisa mengabaikan peran pola makan dan gaya hidup terhadap kesehatan kulit.

“Berikut beberapa perubahan pola makan yang akan memberikan perbedaan positif pada kulit Anda,” ujarnya, seperti dikutip dari The Indian Express Kamis (2/2/2024).

1. Tambahkan buah dan biji-bijian. Kacang kaya akan asam lemak omega-3 yang bermanfaat untuk kulit dan rambut.

2. Hilangkan gula, kurangi garam. Makanan kemasan mengandung banyak garam, begitu pula acar.

3. Sayuran berdaun hijau, paprika dan tomat. Makanan berwarna kaya akan antioksidan. “Tomat mengandung likopen yang tinggi,” kata Dr. Panz.

4. Diet tinggi protein dan tinggi serat. Pola makan vegetarian di India rendah protein. “Penting untuk memasukkan makanan berprotein tinggi ke dalam makanan Anda setidaknya sekali sehari, seperti lentil, kacang-kacangan, kacang hijau, kedelai, tahu, buncis, dan kacang tanah,” kata Dr.

5. Kurangi makanan yang digoreng. Cara makanan disiapkan merupakan faktor penting yang berkontribusi terhadap nilai gizi maksimalnya. “Memasak dengan suhu lebih rendah lebih baik,” kata Dr Panz.

6. Jus lemon dan cuka. Menambahkan jus lemon dan cuka meningkatkan pencernaan dan memiliki sifat probiotik, katanya.

Diet memainkan peran penting dalam mencapai dan menjaga kesehatan kulit. Para ahli mendorong pendekatan holistik terhadap perawatan kulit, menekankan bahwa apa yang Anda makan memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan dan penampilan kulit.

“Pola makan yang lengkap dan padat nutrisi dapat melengkapi rutinitas perawatan kulit dan berkontribusi pada kulit bercahaya,” kata Dr. Rinki Kapoor, dokter kulit, dokter kulit kosmetik, dan ahli bedah kulit di The Aesthetic Clinics.

Pertama, hidrasi adalah kuncinya. Dr Kapoor menekankan pentingnya minum cukup air untuk menjaga kulit tetap terhidrasi dan kenyal.

Selain itu, makanan kaya antioksidan yang ditemukan dalam buah-buahan dan sayuran melindungi kulit dari stres oksidatif dan membuat penampilan awet muda. Asam lemak omega-3 yang terdapat pada ikan dan biji rami memiliki sifat anti inflamasi yang bermanfaat bagi kesehatan kulit.

Disarankan untuk mengurangi makanan olahan dan gula, karena dapat menyebabkan peradangan dan masalah kulit. Dokter kulit menyarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi kolagen atau suplemen kolagen untuk meningkatkan elastisitas dan kekencangan kulit.

Selain itu, vitamin seperti A, C dan E berperan penting dalam kesehatan kulit. Bahan-bahan seperti wortel, buah jeruk, dan kacang-kacangan merupakan sumber yang sangat baik. “Pada akhirnya, menjaga pola makan seimbang yang mencakup beragam nutrisi merupakan hal mendasar untuk nutrisi kulit secara keseluruhan,” kata Dr. Kapoor.