Tag Archives: stunting

Pemahaman Orang Tua Terkait Nutrisi Jadi Kunci Cegah Stunting pada Anak

Park City Home Source, JAKARTA — Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya pemahaman orang tua dan keluarga terkait gizi guna mencegah gangguan tumbuh kembang anak akibat kurang gizi kronis atau pertumbuhan terhambat. “Pencegahan stunting dimulai dari pemahaman orang tua dan keluarga tentang pentingnya gizi, sehingga dapat membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi agar tidak menghambat pertumbuhan,” kata Budi saat membuka edukasi gizi secara virtual di Jakarta, Selasa (2/2/2021). 6). /2024). .

Budi mengatakan di Indonesia, empat dari sepuluh anak usia 6 hingga 24 bulan tidak mendapatkan makanan pendamping ASI (MPASI) sesuai kebutuhan gizi dan pola makan seimbang.

Menurutnya, hal tersebut meningkatkan risiko stunting pada anak usia dua tahun. Untuk itu, pendidikan menjadi salah satu kunci penurunan risiko stunting pada anak di Indonesia.

Edukasi dan pendampingan harus terus diperkuat melalui berbagai kolaborasi lintas pihak, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wahidin, mengatakan pemerintah berupaya menurunkan angka stunting hingga 14 persen pada tahun 2024.

“Upaya bersama ini adalah Pentahelix, bukan hanya pemerintah. Tujuan kita bersama adalah agar tingkat pertumbuhan tidak melebihi 14 persen pada tahun ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, BKKBN berupaya menurunkan angka stunting melalui tiga prioritas, antara lain dimulai dari calon pengantin pria, membantu ibu hamil, dan memberikan pola makan seimbang pada 1.000 hari pertama kehidupan. Lebih lanjut Wahidin menjelaskan, pada tahap awal sebelum menikah, calon pengantin harus dipastikan benar-benar sehat jasmani dan rohani.

“Tiga bulan sebelum menikah, kamu harus memeriksakan diri dan pastikan kamu sehat, tidak ada anemia atau apa pun, sehingga saat melahirkan anak kamu dalam keadaan sehat, ” dia berkata.

Kemudian membantu ibu hamil mendapatkan asupan nutrisi yang baik, cukup dan bervariasi. Di sisi lain, para orang tua diimbau untuk meningkatkan pengetahuannya tentang gizi sehingga bisa mendapatkan makanan bergizi cukup dengan harga terjangkau.

Selain itu, 1000 hari pertama kehidupan anak merupakan masa emas bagi pertumbuhan dan perkembangan baik fisik maupun mental. Sejak awal masa kehamilan hingga tahun kedua kehidupan anak, orang tua diharapkan memastikan asupan makanan melalui pola makan seimbang.

“Pola makan seimbang, makanan bervariasi. Semua itu harus tepat sasaran dan tidak berlebihan, agar tidak terjadi pertumbuhan terhambat bahkan obesitas,” kata Wahidin.

CISDI Nilai Pembahasan Stunting di Debat Capres Terlalu Disimplifikasi

Jakarta –

Itu salah satu perdebatan ketiga calon presiden pada debat kelima, Minggu (4/2/2024). Salah satu poin yang paling banyak dibicarakan adalah bagaimana cara memberi makan ibu hamil dan anak.

Center for Strategic Development Initiatives (CISDI) Indonesia menilai ekspresi keterkejutan dalam debat presiden kelima terlalu mudah dan tidak menyelesaikan akar permasalahan. Menurut CISDI, sedasi adalah masalah yang kompleks dan harus dipertimbangkan lebih dari sekedar tindakan perawatan kesehatan.

“Kita perlu melihatnya sebagai isu kesehatan dan sosial bagi perempuan dan bukan isu pangan,” kata Direktur Jenderal CISDI Dia Satyani Saminarsikh dalam jumpa pers, Senin (5/2/2024). .

Menurut Diah, permasalahan pendatang mirip dengan permasalahan kemiskinan. Katanya, mereka sama sekali tidak dicermati dalam debat capres kelima malam ini.

“Bukan hanya masalah kesehatan, bukan hanya pelayanan kesehatan, ini melihat bagaimana kaitannya dengan masalah lain, terutama kemiskinan, yang belum terselesaikan. Ini bisa menjadi perbincangan santai yang mengejutkan,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mengatakan pemerintah sebaiknya memprioritaskan perempuan sejak usia remaja. Jika anak terkejut, ibunya mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik pada awalnya.

“Jika seorang anak lahir prematur, bisa jadi ibunya juga kekurangan nutrisi, dan akhirnya anak tersebut lahir prematur.” Terlebih lagi, saat lahir, pola asuh orang tua, pola makan anak, dan makanan yang tersedia untuk ibu tidak cukup. Supaya dia besar dan tidak besar,” kata Dia.

“Harusnya harus lebih dalam lagi dan tidak disederhanakan pada solusi pemberian pangan gratis,” ujarnya.

Terkait upaya mendorong dan mencegah masalah misterius tersebut, Dia menguraikan beberapa hal yang perlu diperhatikan. Diantaranya adalah gizi bagi remaja putri, pemeriksaan kesehatan bagi pasangan suami istri, pemeriksaan rutin bagi ibu hamil, akses terhadap fasilitas dan peraturan, serta pencegahan perkawinan anak yang dapat membahayakan kehamilan. Tonton video “Strategi BKKBN Cari Penurunan Target 14%” (avk/up).

Pemerintah Punya Sederet Program untuk Turunkan Kasus Stunting, Apa Saja?

Park City Home Source, JAKARTA – Dalam upaya menekan angka pencurian, pemerintah Indonesia mencanangkan beberapa program. Gagap merupakan gangguan perkembangan pada anak yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI, Senin (5/2/2024), pemerintah meningkatkan intervensi khusus untuk mengatasi sembelit. Terdapat 11 jenis intervensi khusus untuk mencapai target pengurangan pada tahun 2024.

Diketahui, angka gagap di Indonesia mengalami penurunan yakni dari 24,4 persen pada tahun 2021 menjadi 21,6 persen pada tahun 2022. Pada tahun 2024, pemerintah menargetkan angka gagap turun menjadi 14 persen dengan penerapan intervensi spesifik.

11 intervensi spesifik yang direncanakan Kementerian Kesehatan antara lain tes darah, penggunaan tablet suplemen darah (TTD) untuk remaja, dan tes kehamilan (ANC). Tablet suplemen darah juga diberikan pada ibu hamil dan suplemen nutrisi diberikan pada ibu hamil dengan defisiensi energi kronik (KEK).

Selain itu, pemerintah juga meningkatkan pengawasan tumbuh kembang anak di berbagai daerah, menganjurkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif, memberikan MPASI kaya protein hewani kepada anak di bawah dua tahun, menangani anak yang mengalami masalah gizi, makanan dan tempat makan, dan perluasan kekebalan. Ia juga memulai program pendidikan bagi generasi muda, ibu hamil dan keluarganya.

Menteri Kesehatan Bodi Gunadi Sadikin mengatakan dalam pernyataannya bahwa 11 program intervensi khusus difokuskan pada dua tingkat pembangunan. Tahap pertama adalah saat ibu hamil atau sebelum melahirkan, sedangkan tahap kedua adalah setelah melahirkan yang mengacu pada anak berusia 0-24 tahun.

Kedua langkah ini penting karena merupakan faktor penentu utama terjadinya sembelit. Artinya penyebab sembelit tinggi ditemukan pada tahap-tahap tersebut. Sedangkan jika seorang anak diketahui mengalami cedera, ia harus dirawat oleh dokter anak di rumah sakit setempat.

Menteri Kesehatan membandingkan kegagapan dengan kanker dalam beberapa tingkatan. Sebelum memasuki mode serangan, Anda akan melalui empat tahap. Tahap pertama adalah penurunan berat badan atau tanpa berat badan. Tingkat kedua adalah beban berat atau ringan. Tahap ketiga adalah gizi buruk atau kurang gizi, dan tahap keempat adalah gizi buruk. “Jangan sampai anak-anak kita mengalami tahapan terseret-seret dan kekurangan berat badan, karena jika sampai ketahuan akan sulit untuk mendapatkannya kembali,” kata Bodi.

Dokter: Ibu Stunting Dapat Lahirkan Bayi Sehat

Park City Home Source, di Jakarta – Dokter spesialis kebidanan-ginekolog Dr. Olan Abidin, Sp.OG (K) mengatakan ibu yang mengalami syok dapat melahirkan bayi yang sehat dan bebas anak dengan melakukan 10 langkah pencegahan syok pada seribu hari pertama kehidupan bayi.

“Kalau seorang ibu sudah merasa terbelakang, bukan berarti berhenti sampai di sini. Kita bisa putuskan mata rantainya, jangan sampai generasi penerus kita terjebak lagi,” kata dr A Boy saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan. pada Selasa (6/2/2024).

“Jadi ibu-ibu ini harus dididik untuk mempersiapkan generasi penerus yang lebih baik,” kata dr Boy, lulusan kedokteran Universitas Pajajaran.

Stunting pada anak balita akibat gizi buruk kronis merupakan suatu kondisi perkembangan, terutama pada seribu hari pertama kehidupan. Kondisi ini dapat menimbulkan hambatan belajar dan perkembangan motorik, berkurangnya kemampuan intelektual, serta berkembangnya penyakit tidak menular di kemudian hari.

Oleh karena itu, selain memastikan pola makan seimbang demi pertumbuhan anak yang baik dan sehat, para ibu juga harus mengikuti 10 langkah berikut untuk mencegah stunting.

Pertama, ibu hamil harus makan lebih banyak dari biasanya. Jalani pola makan sehat dengan memperbanyak makan buah dan sayur serta penuhi lauk pauk untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

“Kedua, minum obat pengencer darah saat hamil dan nifas (6 minggu setelah melahirkan). Tablet penambah darah dapat mencegah pendarahan dan menjaga imunitas ibu dan bayi, kata anggota Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini.

Ketiga, IMD atau penyapihan dini. Saat bayi baru lahir, usahakan untuk melakukan IMD untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan menghindari risiko infeksi pada bayi.

Keempat, mengatasi kekurangan yodium pada ibu hamil dengan pemberian garam beryodium. Kandungan zat besi membantu janin tumbuh dan berkembang serta mencegah cacat lahir.

Kelima, memastikan pemberian ASI eksklusif pada bayi usia 0-6 bulan. Keenam, memberikan ASI kurang lebih 23 bulan dan memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) saat bayi berusia 6 bulan.

Ketujuh, penanggulangan cacingan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Kedelapan, menjamin imunisasi bayi secara komprehensif, mulai dari imunisasi campak hingga imunisasi hepatitis B.

“Yang berikutnya adalah sanitasi. Jadi bayinya belum lahir, tapi tidak ada toilet, tidak ada air bersih, dan bayi diare karena kuman atau apa. Kalau bencana, jangkauannya luas.”

Bocah itu juga mengingatkan ibu hamil untuk rajin memeriksakan kehamilannya ke dokter atau bidan untuk mengetahui tumbuh kembang bayi. Dengan cara ini, keterlambatan perkembangan generasi emas di masa depan dapat dicegah.

“Kami memulainya dari yang kecil, dari keluarga kami sendiri. Kata dokter, “Ibu harus benar-benar menjaga dan merawat anak-anaknya agar bisa membangun sebuah keluarga.”” Anak laki-laki itu mengakhiri penjelasannya.

Ganjar Sebut Solusi Stunting Bukan Makan Gratis, Lebih Penting Cegah Nikah Dini

Batavia –

Presiden Nomor 3 Ganjar Pranowo mengatakan, salah satu upaya menurunkan angka kasus di Indonesia adalah dengan mencegah pernikahan anak. Ia mencontohkan, banyak kasus bayi kurang berkembang akibat kurangnya nutrisi dari ibu saat bayi masih dalam kandungan.

“Ada kendala saat seorang ibu hamil. Ada juga kendala saat anak kita mau menikah. Periksa kesehatan kedua mempelai. Barulah dia siap menikah,” kata Ganjar. Debat capres ke-5, Minggu (4/). Februari 2024). Hal ini terbukti ketika calon presiden menjawab pertanyaan 02 dari Prabowo Subianto tentang upaya sosialisasi.

“Jadi, jangan menikah. Kalau hamil, periksakan kesehatanmu dan konsumsi nutrisi yang baik. Kalau kehendak Tuhan, kamu akan melahirkan bayi yang sehat dan kuat, dan jika gizi buruk, kamu harus melakukannya. memberikan nutrisi yang baik maka anak tidak akan kekurangan gizi, namun akan semakin menderita.” Ditambahkan: Resiko Anemia pada Ibu Hamil

Ganjar pun memanfaatkan kesempatan ini untuk menekankan pentingnya memperhatikan proses persiapan pernikahan. Ia mengatakan, banyak remaja putri di Indonesia saat ini yang menderita anemia.

“Wanita Indonesia dan remaja putri di Indonesia biasanya seksi. Lalu (jika diperhatikan) mereka memperhatikan usianya saat menikah. Usia 19 tahun saat ini adalah standar sehat jasmani dan rohani.” . Nah, semua sudah diperiksakan ke dokter, jadi kalau ke rumah sakit dan dilakukan secara rutin akan mengganggu gizi bayi Anda,” pungkas Ganjar. Lihat “Strategi BKKBN Mencapai Tujuan Penurunan Stunting 14%” (vyp/naf)