Tag Archives: tiktok

Perusahaan Induk TikTok Luncurkan Chatbot Artificial Intelligence Perdana di Cina

Park City Home Source, Jakarta – Induk TikTok baru saja meluncurkan produk terbarunya berupa kecerdasan buatan atau AI chatbot. Chatbot ini bernama Coze, mirip dengan model OpenAI GPT namun memiliki fitur unik tersendiri. Platform Coze disebut-sebut sebagai revolusi bisnis bagi ByteDance dan terobosan bagi seluruh ekosistem digital.

ByteDance didirikan pada tahun 2012 dipimpin oleh Yiming Zhang dan Rubo Liang. Mengutip dari situs resminya, ByteDance merupakan induk perusahaan dari beberapa platform besar seperti TikTok dan juga merupakan pemegang saham pengendali aplikasi BABE Indonesia News.

Evolusi teknologi dan pasar digital yang semakin berkembang membuat ByteDance harus menghadirkan inovasi, salah satunya adalah Coze. Dikutip dari laporan Gizmochina pada Jumat, 2 Februari 2024 Coze adalah platform inovatif yang dirancang untuk merevolusi cara Anda berbisnis dengan chatbot AI. Platform ini mirip dengan model OpenAI GPT namun memiliki perbedaan dalam terobosan coding.

Kehadiran Coze sebagai AI chatbot pertama di ByteDance juga disebut-sebut menjadi kemajuan dan peluang terkini bagi bisnis digital, khususnya di Tiongkok. Pasalnya layanan OpenAI belum menjangkau pasar negara ini.

Chatbot AI pada platform Coze diklaim memiliki fitur unik yang tidak dimiliki semua model AI. Karena Coze memungkinkan pengguna membuat bot AI dengan cepat dan dapat melakukan beberapa tugas tanpa mempelajari cara membuat kode. “Ini bukan hanya tentang penyederhanaan, ini tentang integrasi,” tulis Gizmochina.

CEO ByteDance Rubo Liang mengatakan inovasi dalam teknologi baru harus diterima dan menjadi pendorong utama dalam ekosistem perusahaannya. “Perkembangan ini merupakan bagian dari strategi ByteDance yang lebih luas untuk melakukan transisi ke AI,” kata Rubo Liang.

Inovasi pada peluncuran Coza memengaruhi platform permainan dan ensiklopedia kesehatan perusahaan. Laporan dari Gizmochine mengatakan kedua platform tersebut telah ditutup karena ByteDance berfokus pada pengembangan AI di Coze.

Microsoft menambahkan kopilot AI ke keyboard virtual atau tombol cepat di Android Kemampuan untuk memprediksi dan membuat kalimat secara otomatis. Baca selengkapnya

Fitur memori yang dirilis OpenAI menghadirkan pengalaman baru bagi pengguna ChatGPT. Baca selengkapnya

Demikian jawaban pakar ekonomi Celios terkait isu merger PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dan Grab Holdings Ltd. (Ambillah). Baca selengkapnya

Guru Besar UGM Arief Nurrochmad meyakini kecerdasan buatan dan big data memiliki kemampuan untuk mempercepat pengembangan obat baru. Baca selengkapnya

Seorang mantan eksekutif pemasaran terkemuka TikTok menggugat perusahaan media sosial dan ByteDance setelah dia dipaksa keluar di tengah keluhan bias gender. Baca selengkapnya

Inti dari penawaran baru Gemini adalah Gemini Ultra, tersedia melalui tingkat AI Google One Premium. Baca selengkapnya

Apple baru saja meluncurkan teknologi kecerdasan buatan atau AI terbaru untuk mengedit foto. Baca selengkapnya

Penerapan kecerdasan buatan atau AI kerap diterapkan di berbagai bidang, termasuk pendidikan. Berikut daftar aplikasi AI untuk pembelajaran. Baca selengkapnya

Debat capres ke-5 ini dinilai netizen sebagai debat paling menarik karena seluruh calon presiden mendapat tingkat pujian di atas 50%. Baca selengkapnya

Anda dapat mencapai peningkatan jumlah penonton di TikTok dengan menggunakan hashtag yang tepat atau menggunakan musik populer. Berikut penjelasannya. Baca selengkapnya

TikTok Mulai Menyaingi YouTube Dengan Menguji Coba Video 30 Menit

Park City Home Source, JAKARTA – TikTok mencoba menyaingi YouTube dengan menguji video berdurasi hingga 30 menit.

Tes ini pertama kali ditemukan oleh konsultan media sosial Matt Navarra di aplikasi TikTok versi beta Inggris untuk iOS.

Baca juga: TikToker Ancam Bunuh Anis, Pelatih Nasional AMIN Sebut Pemainnya Kriminal Demokrasi

Navarra mengungkapkan, dirinya juga telah mendengar dari beberapa pengguna TikTok di Android yang melihat fitur baru tersebut.

Tentu saja fitur baru ini menimbulkan pertanyaan besar mengingat TikTok lebih dikenal sebagai platform video pendek.

Baca juga: Kolaborasi GoTo, TikTok, dan UGM diharapkan berdampak positif bagi perekonomian digital Indonesia

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, TikTok perlahan mulai menambah durasi maksimal video yang bisa diunggah.

TikTok pertama kali mengizinkan pengguna mengunggah video berdurasi 15 detik pada tahun 2018.

Baca Juga: 12.12 Kampanye “Beli Lokal” Tokopedia dan TikTok untuk tingkatkan penjualan UMKM

Batasannya kemudian dinaikkan menjadi 60 detik pada tahun 2019, tiga menit pada tahun 2020, lima menit pada tahun 2021, dan 10 menit pada tahun 2022.

TikTok juga mulai menguji video berdurasi 15 menit sejak Oktober 2023. Jadi maraknya kelanjutan video TikTok bukanlah tren baru.

Douyin, aplikasi saudara TikTok untuk pasar Tiongkok, juga memperluas batas video menjadi 30 menit pada tahun 2022.

Mungkin opsi ini sangat sukses di Tiongkok sehingga TikTok ingin membawanya ke negara lain.

Oleh karena itu, perubahan tersebut menempatkan TikTok bersaing langsung dengan YouTube.

Dulu, pembuat konten menggunakan YouTube untuk mengunggah video panjang dan TikTok untuk berbagi video pendek.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kedua platform berbagi video tersebut menjadi semakin tidak dapat dibedakan seiring bertambahnya durasi video di TikTok dan YouTube yang memperkenalkan video pendek dengan fitur Shorts-nya.

Dengan durasi video yang lebih panjang, pembuat konten di TikTok dapat memperoleh peluang monetisasi yang lebih besar melalui iklan.

Kemudian opsinya juga menawarkan jenis konten baru yang sebelumnya tidak tersedia, seperti episode serial TV.

Sama seperti fitur eksperimental pada umumnya, belum diketahui kapan TikTok akan merilis opsi video berdurasi 30 menit tersebut kepada seluruh pengguna. (techcrunch/jpnn)

Baca artikel lainnya… YouTube memperkenalkan fitur baru untuk mengelola komentar di video

Mantan Eksekutif TikTok Dipecat Karena Laporkan Pelecehan Seks

Jakarta –

Mantan karyawan chief marketing officer TikTok, Katie Puris, dikabarkan menggugat induk perusahaan TikTok, ByteDance, pada Kamis (8/2/2024). Ia mengaku terpaksa mengundurkan diri setelah mengeluhkan diskriminasi gender, usia, dan disabilitas.

Puris mengajukan gugatan di pengadilan federal Manhattan. Dalam pengaduannya, dia menyebut dirinya dipecat pada tahun 2022. Pemecatannya akibat serangkaian peristiwa alam, dan disebutnya merupakan pelecehan seksual yang dilakukan tim kerjanya.

Pada saat pemecatannya, dia berusia 50 tahun dan juga mengaku telah menerima komentar yang menghina tentang usianya, bahkan mengatakan bahwa Presiden ByteDance Zhang Lidong percaya bahwa hak pekerja perempuan untuk tetap tenang dan rendah hati setiap saat dan lebih memilih kepatuhan. dan kelembutan hati.

Dia juga menuduh TikTok menolak memberinya izin untuk menangani masalah medis yang disebabkan oleh stres dan ketegangan dalam pekerjaannya. Baik TikTok maupun ByteDance belum menanggapi gugatan tersebut, seperti dilansir detiKINET NDTV.

Pengacara Puris, Marjorie Mesidor dan Monica Hincken, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia menghadapi pembalasan cepat karena mengeluhkan diskriminasi, meskipun ia sangat sukses dalam pekerjaannya.

“Tindakan TikTok terhadap Ms. Puris adalah ilegal dan kami berharap dapat membela haknya,” kata mereka.

Berdasarkan pengaduan tersebut, Puris sebelumnya bekerja di Google milik Alphabet, Facebook milik Meta, dan sebuah biro iklan besar.

Gugatan tersebut menuduh TikTok dan ByteDance melanggar undang-undang negara bagian dan kota New York serta undang-undang AS yang melarang diskriminasi di tempat kerja.

Puris menuntut ganti rugi yang tidak ditentukan atas kerugian ekonomi, rasa sakit dan penderitaan, serta kerusakan reputasi dan kariernya. Tonton video “Kemendag butuh waktu uji kerja sama TikTok dan Tokopedia” (jsn/jsn)

Aneka Pertanyaan Konyol Senator AS untuk Bos TikTok

Jakarta –

CEO Tik Tok Xu Zi-chew ditanyai pada sidang kongres AS. Bukan hanya soal Partai Komunis China, tapi juga banyak pertanyaan tidak masuk akal lainnya.

Ini langsung menjadi berita dunia ketika Senator AS Tom Cotton dari Partai Republik Amerika bertanya apakah pimpinan Tik Tok ada hubungannya dengan Partai Komunis Tiongkok. Dalam sidang Rabu (31/1) lalu, Chew langsung membantahnya. Penting untuk dipahami bahwa pemerintah AS melihat TikTok sebagai propaganda Tiongkok dan cara bagi Tiongkok untuk memasuki AS.

Oleh karena itu, versi tanya jawab yang lebih lengkap banyak beredar di media sosial. Beragam pertanyaan dari Cotton tersebut ditanggapi netizen sebagai olok-olok. Salah satunya dihimpun Sinar Daily Malaysia, rupanya, Selasa (6/2/2024).

Berikut pertanyaan dan jawabannya:

Cotton: Kamu berasal dari negara mana? Kunyah: Singapura. Cotton: Apakah Anda warga negara lain? Chew: Tidak. Senator Cotton: Pernahkah Anda melamar menjadi warga negara Tiongkok? Chew: Senator, saya mengabdi pada negara saya di Singapura. Saya tidak (dalam kewarganegaraan China-red). Cotton: Apakah Anda memiliki paspor Singapura? Chew: Ya, dan Anda menjalani wajib militer selama 2,5 tahun di Singapura Cotton: Apakah Anda memiliki paspor dari negara lain? Chew: Tidak, Senator Cotton, istri Anda orang Amerika, putri Anda orang Amerika. Pernahkah Anda mendaftar sebagai warga negara Amerika? Chew: Tidak, tidak besok Cotton: (Berhenti sejenak sebelum bertanya) Apakah Anda pernah menjadi anggota Partai Komunis Tiongkok? Chew: Senator, saya orang Singapura, tentu saja bukan (ekspresi wajahnya terkejut) Cotton: Pernahkah Anda bertemu dengan Partai Komunis Tiongkok? Chew: Tidak, Senator, saya orang Singapura lagi (tampak marah) Cotton: Biarkan saya bertanya apa yang terjadi di Lapangan Tiananmen pada bulan Juni. ? 1989 dengan tampilan terbesar. Apakah ada hal lain yang terjadi di Lapangan Tiananmen? Chew: Ya, menurut saya itu terdokumentasi dengan baik, ada beberapa insiden.

Tanya jawab Tom Cotton ini diejek di media sosial. Mereka bertanya apakah Cotton adalah seorang rasis, mengapa mereka tidak bisa membedakan antara Tiongkok dan Singapura, bahwa senator AS harus mempelajari geografi, dan sebagainya. Banyak juga pertanyaan konyol dari netizen di kolom komentar.

“Apakah kamu pernah naik Panda Express? Pernahkah kamu makan makanan Cina? Apakah dasinya buatan Cina?” Itulah beberapa pertanyaan yang dilontarkan warganet. Tonton video “Bos TikTok Mau Ketemu Jokowi, Menko UMKM Diminta Terima” (fyk)

Top 3 Tekno Berita Hari Ini: Dosen Filsafat UGM Komentari Etika Lingkungan Cak Imin, 5 Ide Content Creator TikTok

Park City Home Source – Tiga berita tekno teratas hari ini diawali dari artikel dosen filsafat Universitas Gadja Mada (UGM), Laili Mutmaina, yang mengungkapkan bahwa etika lingkungan merupakan turunan dari etika yang berkaitan dengan hubungan antara alam dan manusia. Jika merujuk pada pembahasan kedua, etika lingkungan hidup yang diberikan Muhaimin Iskandar atau Kak Imin kepada Gibran Rockabuming adalah terkait pengelolaan sumber daya. Etika lingkungan hidup juga menjadi landasan penting bagi pengambil kebijakan dalam bertindak atau memutuskan suatu peraturan.

Berita trending berikutnya tentang pembuat konten kini menjadi dambaan banyak orang untuk menghasilkan uang. TikTok selalu dipilih sebagai wadah bagi pembuat konten pemula untuk memantapkan diri dan memperluas ketenarannya secara instan.

Selain itu, media sosial terus berupaya menarik pasar TikTok dan meningkatkan jumlah penggunanya. TikTok telah menyediakan banyak fitur bagus seperti live streaming, menjual, menyematkan, dan memposting ulang video untuk memuaskan penggunanya.

1. Sambutan Dosen Filsafat UGM Atas Pernyataan Kak Imin Soal Etika Lingkungan Saat Debat Cawapres

Dosen Filsafat Universitas Gadja Mada (UGM), Laili Mutmain mengatakan, etika lingkungan hidup merupakan turunan dari etika hubungan antara alam dan manusia.

Jika merujuk pada pembahasan kedua, etika lingkungan hidup yang diberikan Muhaimin Iskandar atau Kak Imin kepada Gibran Rockabuming adalah terkait pengelolaan sumber daya. Etika lingkungan hidup juga menjadi landasan penting bagi pengambil kebijakan dalam bertindak atau memutuskan suatu peraturan.

“Etika lingkungan hidup menjadi isu penting bagi siapa pun dalam mengelola pembangunan,” kata Laili Muthmaina kepada Park City Home Source, Selasa, 23 Januari 2024.

Saat ini Indonesia menekankan salah satu prinsip etika lingkungan hidup berupa antroposentrisme yang tidak diterapkan dalam makna intinya. Para pemimpin Indonesia memandang alam sebagai alat untuk mencapai keinginan tertentu. Padahal, alam mendukung kebutuhan manusia. Salah satu cara pemerintah menunjukkan sikap antroposentrismenya adalah melalui penerapan hilirisasi, hal yang juga sering disinggung dalam debat cawapres kemarin.

2. 5 Ide untuk Pembuat Konten di TikTok

Menjadi seorang konten kreator kini menjadi impian banyak orang untuk menghasilkan uang. TikTok selalu dipilih sebagai wadah bagi pembuat konten pemula untuk memantapkan diri dan memperluas ketenarannya secara instan.

Dilansir dari Shopify, berikut lima rekomendasi ide yang bisa dicoba oleh para pembuat konten untuk membuat konten di TikTok:

Saat Anda membuka beranda TikTok, terkadang Anda menemukan konten yang bereaksi terhadap konten lain. Itu adalah pengalihan pikiran yang bisa Anda ambil ketika pikiran Anda benar-benar stuck memikirkan konten apa yang sebaiknya Anda buat hari itu. Ini juga membantu meningkatkan penayangan dan suka pada video duet aslinya. Jenis video yang digabungkan mungkin juga sedang tren atau terkait dengan area yang dikuasai oleh pembuat konten.

Edukasi tentang kesehatan, perawatan kulit, bahasa asing, memasak atau teknologi juga menjadi konten yang sangat digemari penonton di TikTok. Manfaatkan keterampilan dan pengetahuan untuk dibagikan sehingga Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membuat konten berkualitas. Konten pendidikan juga sangat menjanjikan karena bersifat dinamis.

3. Berikut cara menghapus postingan yang di-repost di TikTok

Media sosial terus berusaha menarik pasar TikTok dan meningkatkan jumlah penggunanya. TikTok telah menyediakan banyak fitur bagus seperti live streaming, menjual, menyematkan, dan memposting ulang video untuk memuaskan penggunanya.

Fitur repost atau repost di TikTok memungkinkan pengguna membagikan konten orang lain kepada pengikutnya. Cara memposting ulang sangatlah mudah.

Pengguna hanya perlu tap pada video yang ingin di-repost. Akan muncul sejumlah opsi, termasuk opsi Berikutnya. Pengguna hanya perlu mengetuknya dan secara otomatis akan dibagikan di beranda pengikut. Kelemahannya adalah ada repost dari beberapa postingan yang tanpa disadari dibagikan oleh pengguna dan ingin disembunyikan dari pengikutnya. Sayangnya, fitur ini masih belum dikembangkan di TikTok.

Selalu update informasi terkini. Simak berita terkini dan berita pilihan dari Park City Home Source di channel Telegram “Park City Home Source Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Pertama, Anda perlu menginstal aplikasi Telegram.

Puluhan akademisi perguruan tinggi terus mengkritik Jokowi jelang pemilu 2024. Apa itu komunitas pendidikan? Baca selengkapnya

Para profesor dan akademisi dari puluhan universitas terus mengkritisi pemerintahan Jokowi. Apa saja syarat dan tanggung jawab seorang profesor? Baca selengkapnya

Pakar hukum UGM memperkirakan pencalonan Prabowo-Gibran bisa terhambat jika hakim mengabulkan perkara yang diajukan TPDI di PTUN. Baca selengkapnya

Kini, perayaan Imlek menjadi bagian dari keanekaragaman budaya di Indonesia dan menjadi hari libur nasional. Bacalah secara lengkap

Ketua BEM UGM 2023, Gilbron M. Noyer, menyebut upaya penanggulangan petisi Bulaksumur dan dugaan bias sebagai upaya mengganggu kaum intelektual. Baca selengkapnya

UGM menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang menerima Penghargaan Paritrana dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan serta BPJS Ketenagakerjaan. Baca selengkapnya

Petisi, maklumat, dan manifesto banyak digunakan untuk mengungkapkan protes civitas akademika terhadap pemerintahan Jokowi. Pahami ketentuannya 3. Bacalah dengan seksama

Seorang mantan eksekutif pemasaran terkemuka di TikTok menggugat perusahaan media sosial tersebut dan ByteDance setelah dia dipecat karena keluhan bias gender. Baca selengkapnya

Topik penolakan Rektor Unica Soijijapranath membuat video yang memuji kinerja Presiden Jokowi menjadi berita paling trending di Top 3 Techno News Hari Ini. Baca selengkapnya

Petisi civitas akademika tersebut mengkritik Jokowi, bahkan ada yang menyebutnya bias. Pahami dulu biasnya. Baca selengkapnya

Senator AS Cecar CEO TikTok: Anda Terafiliasi Partai Komunis China?

Washington –

Senator Partai Republik Amerika Serikat Tom Cotton telah berulang kali mempertanyakan CEO TikTok Shou Zi Chew tentang hubungannya dengan Partai Komunis Tiongkok (CPC). Namun, Chu membantah tuduhan tersebut.

Chu mengaku sudah berkali-kali menanggapi kritikan Cotton dengan mengaku sebagai warga negara Singapura. Momen tersebut terjadi saat sidang Komite Kehakiman Senat AS dengan agenda “Perusahaan teknologi besar dan krisis eksploitasi anak online” yang diadakan di Capitol Hill AS pada Rabu (31/01), seperti dilansir detikINET dari The Straits Times.

“Senator, saya dari Singapura, bukan,” jawab Chu berulang kali.

Selama interogasi ini, selain mempertanyakan hubungan Chu dengan Partai Komunis Tiongkok, Cotton juga menanyakan berbagai aspek kehidupan pribadi Chu. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain masa lalu dan masa depan Chu, paspornya, serta status anak dan istrinya sebagai warga negara AS.

Cotton mengajukan beberapa pertanyaan lagi terkait dengan CPC, apakah Chu takut ditangkap jika pergi ke Tiongkok, apakah dia takut kehilangan posisinya jika mengatakan sesuatu yang negatif tentang CPC.

“Apakah Anda takut kehilangan pekerjaan jika mengatakan sesuatu yang negatif tentang Partai Komunis Tiongkok? Apakah Anda takut ditangkap dan dihilangkan saat berikutnya Anda pergi ke daratan Tiongkok?” Cotton berkata kepada Chu berturut-turut.

Hatti mencari tahu melalui TikTok apakah Chew mendukung klaim AS bahwa pemerintah Tiongkok melakukan genosida terhadap kelompok etnis Uyghur, minoritas Muslim di Xinjiang, Tiongkok.

Sedangkan untuk warga Uighur, Chu menjawab bahwa siapapun yang tertarik dengan segala hal, termasuk isu Uighur, bebas berekspresi di TikTok.

“Siapa pun yang peduli dengan masalah ini atau masalah apa pun bebas mengekspresikan diri mereka di TikTok,” jawab Chu kepada Cotton.

Selain Cotton, Senator John Cornyn, R-Texas, mempertanyakan apakah TikTok membagikan data penggunanya kepada pemerintah Tiongkok. Chu menjawab, pihaknya tidak pernah dimintai data apapun dan tidak memberikan data apapun kepada pemerintah China.

“Senator, pemerintah China tidak meminta data apa pun kepada kami. Dan kami tidak pernah memberikannya,” jawab Chu.

Sekadar informasi, empat CEO teknologi seperti Mark Zuckerberg dari Meta, Evan Spiegel dari Snap, Linda Iaccarino dari X, dan Jason Citron dari Discord juga menghadiri sidang tersebut.

Chu telah menjadi CEO TikTok sejak tahun 2021, setelah sebelumnya berkarir di bidang perbankan dan investasi. Pada Maret 2023, ia dipanggil oleh DPR AS mengenai apakah TikTok berpotensi menjadi ancaman nasional bagi AS. “Bos TikTok mau ketemu Jokowi, Menko UKM minta terima” (fyk/fyk)

Cara Ampuh agar Jualan Laku Keras di TikTok

JAKARTA – Platform TikTok kini tak hanya sekedar berbagi tren terkini, tapi bisa menghasilkan uang. Ada tips agar bisa laris manis di TikTok.

“Kalau kita bicara bagaimana produk bisa cepat terjual di ekosistem TikTok. Yang terpenting kalau bicara e-commerce, bukan hanya promosi saja yang membuat orang mau membeli. Konten apa yang dipromosikan?” kata TikTok Business Marketing Manager Indonesia Sitaresti Astarini di Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2024).

Ia juga berbagi tips pemasaran agar laku dengan konsep Shoppertainment yang dapat menyesuaikan dengan sifat pembelanja. Hal ini berdasarkan penelitian TikTok terhadap perilaku konsumen saat bertransaksi di platform jual beli online. Berdasarkan hasil penelitian, konsumen akan mengetahui lebih banyak tentang produk yang ditawarkan oleh merek sebelum melakukan keputusan pembelian.

“Konsumen sebelum membeli, ada sistemnya mereka menerima produk, terus mengolahnya, semua ini praktik, harus disajikan kontennya,” kata Astarini.

Ada tiga tips agar laris dan bisa meningkatkan bisnis toko Anda, antara lain konten yang informatif dan menghibur, produk yang ditawarkan relevan dengan apa yang ada di kehidupan nyata dan menarik.

Saat ini konsumen melakukan transaksi berdasarkan persepsi. Hal ini membuat hingga 59 persen konsumen membeli produk yang tidak diiklankan. “Konsumen Indonesia menggunakan intuisinya dua kali lebih banyak dibandingkan negara lain. Untuk itu, brand harus menciptakan konten yang dianggap membangun intuisi konsumen,” kata Astarini.

Penyajian yang menarik dan jelas membuat konsumen Indonesia semakin tertarik untuk membeli. Situasi ini berbeda bagi konsumen di Thailand dan Vietnam yang lebih bergantung pada siapa yang mempromosikan produknya.

Agar masyarakat mengingat tips tersebut, TikTok menyebutnya Shoppertainment, sebuah konsep yang memadukan konten menyenangkan dengan belanja.

Konsep belanja di TikTok mampu meningkatkan 59 persen konsumen yang memutuskan membeli produk tanpa promosi. Oleh karena itu, Astarini memastikan konten menarik mengenai produk yang ditawarkan lebih penting dibandingkan promosi.