Tag Archives: wamenkes

Capres Usulkan Buka 300 FK hingga Datangkan Profesor LN, Wamenkes Buka Suara

Jakarta –

Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, menanggapi salah satu strategi calon presiden Indonesia untuk mengatasi “krisis” kedokteran di Indonesia dengan membuka 300 sekolah kedokteran, dibandingkan semula 92 sekolah kedokteran.

Dante mengatakan, relatif lebih baik jika membuka lebih banyak FO, namun ia tidak menyebutkan secara pasti berapa tambahan FO yang dibutuhkan untuk memenuhi jumlah dokter di Indonesia, terutama di daerah terpencil.

Kita lihat saja, mudah-mudahan bisa menjangkau masyarakat sebanyak-banyaknya, ujarnya saat ditemui detikcom di Gedung Kiara RSCM, Senin (5/2/2024).

Kami secara terpisah menghubungi Direktur Kantor Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, dr. Hal tak jauh berbeda pun diungkapkan Siti Nadia Tarmizi. Pihaknya terutama memastikan kepatuhan terhadap program yang dijanjikan.

– Nanti kita tunggu programnya, ini program usulan lainnya – tegasnya.

Dr Nadia mengimbau masyarakat mengambil keputusan sebaik-baiknya terkait visi dan misi calon presiden dan wakil presiden yang mengutamakan pelayanan kesehatan.

“Masyarakat menentukan pilihan yang terbaik,” lanjutnya.

BERIKUTNYA: Pendapat calon presiden tentang pemerataan dokter dan tenaga kesehatan

Saksikan “IDI: Indonesia Butuh Dokter Spesialis, Bukan 300 Fakultas Kedokteran” (naf/up)

Dalam Sehari Ada 1.000 Warga RI Didiagnosis Kanker, Banyak Tak Sadar Gejalanya

Jakarta –

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, terdapat 1.000 kasus kanker baru di Indonesia setiap harinya. Ketika jumlah penduduk mendekati 280 juta orang, jumlah pasien kanker di negara ini diperkirakan akan meningkat sebesar 65,1 persen selama dua dekade mendatang.

Penyebabnya tak lain adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan risiko terkena kanker. Mereka semua tahu gejalanya dan cara menghindarinya.

Sebagian besar masyarakat di negara ini juga tidak melakukan tes secara rutin. Faktanya, tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi jika kanker didiagnosis pada masa bayi.

Survei yang dilakukan Kelompok Profesi Medis (KSM)/Pelayanan Terpadu (IPT) Kelompok Peneliti Onkologi Radiasi RSCM menemukan bahwa sebagian besar masyarakat, yaitu 59,8 persen, belum mengetahui tentang Program Gerakan Hidup Sehat Masyarakat. GERMAS), yang mencakup pola hidup sehat, termasuk makan dan berolahraga. Faktanya, mayoritas atau 79,4 persen belum pernah mengikuti pendidikan kesehatan.

Kurangnya pengetahuan dan sejumlah faktor terkait lainnya turut menyebabkan tingginya angka kanker yang terdiagnosis pada stadium lanjut, yakni mencapai sekitar 65 persen.

Kanker yang seringkali terdiagnosis pada stadium lanjut memerlukan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Jika melihat program asuransi kesehatan, antara tahun 2014 hingga 2018, asuransi kanker menduduki peringkat ketiga. Jumlah tersebut sangat besar, yakni Rp 13,3 triliun atau 17 persen dari total biaya penyakit berat.

“Selain berdampak pada keuangan negara, penyakit kronis ini juga menimbulkan dampak ekonomi dan sosial bagi pasien dan keluarganya. Bahkan di era jaminan kesehatan nasional, banyak biaya tidak langsung yang harus ditanggung pasien dan keluarganya, seperti biaya perjalanan. , akomodasi dan kehilangan uang karena keluar/meninggalkan pekerjaan bersama pasien atau rekan kerja,” kata dr. Dirjen RSCM Supriyanto, SpB, FINACS, MKes tentang rencana pemberian perawatan kanker dan kerjasama dengan 5 rumah sakit, Senin (05/02/2024).

Ia mengatakan, dalam penelitian RSCM lainnya, peneliti menemukan hampir 80 persen pasien kanker yang mendapat pengobatan sudah mengalami kesulitan keuangan. Sayangnya, hal ini berlanjut kurang dari 30 bulan setelah 12 bulan diagnosis kanker.

Peneliti melaporkan bahwa 36 persen pasien kanker mengalami kerugian finansial. Oleh karena itu, penting untuk melibatkan pemerintah dalam memberikan dukungan finansial dan emosional agar pasien dapat menerima pengobatan dan pulih dengan cepat.

Tahun ini RSCM menyelenggarakan pengobatan kanker regional sesuai arahan Kementerian Kesehatan, Pelayanan Kanker Terpadu (PKaT) RSCM di empat wilayah RSCM yaitu Lampung, Banten, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan di RSUD Dr H Abdul Moeloek Lampung. , RSUD Dr Sitanala Tangerang, RSUD Banten, RSUD Dr Soedarso Pontianak dan RSUD Ulin Banjarmasin.

Ada empat jenis kanker yang akan dibahas, antara lain kanker payudara, kanker serviks, kanker paru-paru, dan kanker anak. Tonton video “Hati-hati! Daging merah bisa sebabkan kanker pankreas” (naf/naf)